Modus

Sutomo Menolak Hadir, Sidang Jual Beli Gunung Kunyit Ditunda

Persidangan perkara penipuan dan penggelapan dalam bisnis jual beli lahan Gunung Kunyit/FSTV

Suluh.co – Persidangan perkara penipuan dan penggelapan dalam bisnis jual beli lahan Gunung Kunyit harus ditunda kembali.

Penundaan dikarenakan Sutomo sebagai saksi fakta dalam perkara ini tidak menggubris surat panggilan dari jaksa.

Sidang lanjutan kali ini seharusnya dijadwalkan mendengarkan keterangan Sutomo sebagai saksi fakta, yang sebelumnya telah dimintakan hadir oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang, melalui surat panggilan sidang dari jaksa penuntut.

Sutomo dianggap penting dalam persidangan perkara ini.

Sebab dirinya tercatat di dalam dakwaan dari jaksa sebagai orang yang akan membeli lahan seluas 16 hektare tersebut, terlebih dirinya telah memberikan uang muka kepada M. Syaleh yang berstatus sebagai terdakwa dalam perkara ini.

Baca Juga:  DPRD Lampung Siap Jembatani Sengketa Lahan Sabah Balau

Ketidakhadiran salah satu pengusaha ternama di Lampung tersebut terhitung sudah kali kedua sejak dijadwalkan pada persidangan minggu lalu.

Maka oleh kuasa hukum terdakwa hal ini dianggap penyebab proses persidangan menjadi lambat, ia meminta saksi agar dapat lebih menghargai Pengadilan dan tidak terkesan pengecut, dan mempersulit kliennya itu.

“Peran saksi Sutomo merupakan inti dari perkara ini, sampai hakim pun memerintahkan jaksa untuk menghadirkannya pada sidang mendatang, saya berpesan kepada beliau agar jangan terkesan sebagai pengecut, jangan mempersulit persidangan, bertanggung jawablah datang dan bersaksi di pengadilan,” tegas David Sihombing, kuasa hukum terdakwa, Selasa (15/12).

Menurut penuturan dari terdakwa dalam keterangannya kepada reporter kami, orang yang akan membeli lahannya tersebut adalah Sutomo yang diketahui olehnya merupakan Bos dari PT. Sinar Jaya yang bergerak di bisnis CPO atau minyak nabati kelapa sawit.

Baca Juga:  3 Hektare Kebun Karet di Kotabumi Ilir Terbakar

“Yang mau beli lahan saya itu Sutomo ,setau saya dia ya bos PT. Sinar Jaya, itu yang kantornya di jalan dokter susilo pahoman bandar lampung,” jelas terdakwa Syaleh.

Dalam dakwaan yang bacakan oleh jaksa pada sidang sebelumnya, Sutomo sendiri adalah calon pembeli dari lahan milik terdakwa di tahun 2014, dan telah memberikan uang muka sebagai booking pembelian sembari menunggu legalitas dari lahan tersebut.

maka dengan alasan itulah terdakwa kemudian mendatangi seorang bernama Nuryadin dengan dijembatani oleh Darusalam, untuk meminta bantuan uang Rp500 juta, sebagai biaya pembuatan sporadik tanah agar dapat segera terjual ke Sutomo, dengan perjanjian uang bagi hasil sebesar Rp2,4 milyar, sampai keduanya sepakat dengan membuat surat perjanjian yang ditandatangani pula oleh Darusalam.

Baca Juga:  Sunaryo Warga Tubaba Gagal Ajak Istri Bunuh Diri

Setelah uang pembuatan sporadik tersebut diberikan kepada terdakwa, Nuryadin kemudian pun menerima Sporadik yang telah dibuat sebagai jaminan, dan ternyata didapati sporadik yang dipegangnya nyatanya telah dibuat oleh terdakwa sejak tahun 2006 silam.

Dan uang yang diberikan kepada terdakwa tak pernah digunakan untuk pembuatan sporadik seperti perjanjian yang telah dibuat.(NUS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top