Politik

Susu Arinal Kembali Terciduk di Tulang Bawang 

Susu Arinal Terciduk Kembali di Tulangbawang/Ist

BANDARLAMPUNG – Bakal calon Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, secara terbuka kembali melanggar Undang Undang Pemilu perihal proses tahapan sosialisasi calon. Pasalnya, relawan yang berjuluk Panah Arjuna (Pasukan Amanah Arinal Djunaidi), terciduk membagikan “Susu Arinal”, di Desa Tiuh Tohon, Tulang Bawang.

Tidak sampai disitu, melalui koordinator pusat Panah Arjuna, yang ditandatangani langsung oleh Heri Purnomo. Tim relawan Ketua DPD I Partai Golkar Lampung ini, bahkan diwajibkan untuk langsung door to door melakukan pendistribusian sesuai wilayah kerja selama 10 hari.

Padahal, jika merujuk pada Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017, tentang pemilihan umum, “Susu Arinal” sah melanggar ketentuan dan larangan kampanye dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur lampung Tahun 2018.

Salah satu Warga Desa Tiuh Tohon, Menggala, Tulang Bawang, Rudi Apriyadi, yang kedapatan menerima susu, mengaku tidak tahu menahu terkait “Susu Arinal” yang dibagikan kepada warga. “Ada yang membagikan susu, sekaligus mendata. Namanya dikasih, yah diambil saja,” kata Rudi, Kamis (4/1).

Baca Juga:  Rame-Rame Nobar Debat Capres (2)

Namun, sambung Rudi, dirinya tidak mau ambil pusing terkait pilihannya di Pilgub 2018. “Kalau soal suara liat nanti sajalah. Kalau dipikir-pikir, susu satu kaleng untuk 5 tahun gak masuk di akal saya,” singkat Rudi.

Sementara itu, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung, Adek Asyari, menjelaskan, bahwa sprinsip sekarang ini mereka (Relawan Panah Arjuna) masih dalam kategori sosialisasi karena belum masa pendaftaran dan penetapan serta masa kampanye.

“Tetap kami memastikan bahwa jajaran kami tetap siap melakukan pengawasan terhadap semua pergerakan bakal calon dalam bentuk apa pun guna mencegah terjadinya potensi pelanggaran,” singkat Adek, via WhatsApp.

Disisi lain, Ketua Badan Advokasi Hukum Partai Nasdem DPW Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, menegaskan, bahwa dari awal pihaknya tidak membenarkan proses money politik tersebut, walaupun ini belum sampai kepada tahapan dan proses penetapan. Namun, ini sudah masuk dalam kejahatan moral.

Baca Juga:  PMII Bandar Lampung Ajak Mahasiswa Sikapi Pilkada Sehat

“Saya pikir bawaslu dan panwas kabupaten/kota harus dapat melakukan pencegahan. Apa gunanya divisi pencegahan kalau tidak bisa memberhentikan proses yang masif itu dengan menabur ke seluruh desa,” tegas Wahrul, via ponselnya.

Lanjutnya, masyarakat seyogyanya harus lebih cerdas dalam menerima susu itu. Jangan sampai dia sudah menerima susu tapi menggadaikan hak politik lima tahun ke depan.

“Dari awal kami sudah melakukan protes keras kepada lembaga penyelenggara untuk melindungi masyarakat. Jangan hanya video, data, dan dokumentasi saja. Kalau kita mau fair, justru para calon ini memanfaatkan situasi sebelum penetapan dan ini menjadi sesuatu yang genting,” papar Wahrul.

Untuk itu, harus ada upaya ekstra dalam melakukan pencegahan yang dilakukan Bawaslu dan Panwaslu setempat. “Kami berdoa kepada masyarakat, agar jeli dan pintar serta paham. Agar jangan sampai hak politik lima tahun dibeli satu kaleng susu yang gak jelas itu,” tandasnya.

Baca Juga:  Rakhmat Husein Was-was Pansus Pilgub Lampung Bias

Sebelumnya, kejadian “Susu Arinal” juga pernah terciduk di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Dimana, warga Lamteng digegerkan dengan penemuan ratusan kardus susu dan banner bergambar cagub Arinal Djunaidi.

Barang-barang itu pun akhirnya disita warga Perumahan Seputih Jaya, Gunung Sugih Lamteng. Barang bukti ini kini telah dilaporkan dan diserahkan ke aparat kepolisian setempat.(AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top