Iklan
Politik

Survey Rakata Institute Buat Kalangan Sendiri

Direktur Rakata Institute Eko Kuswanto/Ist

BANDAR LAMPUNG – Rakata Institute diam-diam membuat survey hasil calon gubernur di Lampung.  Dari undangan yang tertera dan beredar, hanya tujuh media yang diminta hadir dalam survey itu, dari seratusan media yang ada di Provinsi Lampung.

Patut dicurigai survey yang dikeluarkan oleh Rakata Institute hanya untuk kalangan sendiri, bukan buat orang luar atau kalangan umum.

Akademisi Politik Universitas Lampung (Unila), Yusdianto, menjelaskan, hasil survey yang dikeluarkan oleh Rakata tersebut terkesan gebrakan untuk  menggiring opini publik terhadap salah satu kandidat.

“Apa alasan lembaga Rakata Institute menyebutkan ‘Pilkada tanpa petahana’. Padahal masyarakat mengetahui bahwa pilgub tahun ini diikuti oleh empat pasangan calon termaksud petahana. Apakah ini salah satu langkah untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitas dari salah satu kandidat saja,”kata Yusdianto, Kamis (12/4).

Dia mengatakan, dalam penilaian kualitas personal calon, Rakata Institute menyebutkan sifat kepemimpinan terpenting harus dimiliki calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, yakni Jujur dan bersih dari korupsi mencapai 50,30 persen. Kemudian, penilaian kedua, peduli atau perhatian pada rakyat mencapai 36,10 persen.

Baca Juga:  Antisipasi Rendahnya Pemilih di Pemilu 2019, KPU Lampung Sasar Daerah Rawan Bencana  

“Kita (masyarakat Lampung) juga mengetahui, bahwa sosok M Ridho Ficardo tidak pernah berurusan masalah hukum terkait korupsi. Kita juga mengetahui bahwa kandidat lainnya juga diindikasi pernah berurusan oleh hukum,” katanya.

Misalnya, belum hilang dalam ingatan, dulu Arinal Djunaidi, pernah di demo oleh puluhan orang yang mengatasnamakan ormas eL-SAK Lampung yang melakukan unjuk rasa di depan gerbang kantor Kejati Lampung , terkait dugaan penyelewengan dan penyalahgunaan APBD 2015 di beberapa biro Pemprov Lampung, yang saat itu  Arinal menjabat sebagai Sekretaris Daerah Lampung.

“Kalau tidak salah, saya juga pernah membaca berita yang menyebutkan Chusnunia Chalim wakil dari Arinal Djunaidi diperiksa penyidik KPK sebagai saksi untuk Charles Jones Mesang, tersangka kasus dugaan korupsi di Direktorat Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P2KTrans) sebagai mantan anggota Komisi IX DPR,”tegasnya.

Selain itu, kita juga mengetahui bahwa Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, pernah diperiksa Kejaksaan Agung di Jakarta, terkait dengan kasus dugaan korupsi Perizinan Reklamasi Teluk Lampung.

Baca Juga:  Paslon "Zaya" Minta Pendukungnya Santun Dan Saling Bantu

“Dan terakhir, calon gubernur Mustafa, yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan suap ke DPRD Lampung Tengah, untuk memuluskan langkah peminjaman Rp300 miliar ke PT SMI,” tegasnya.

Di lain sisi, ia menilai, pasangan petahana calon gubernur – wakil gubernur Lampung, memiliki keunggulan ketimbang calon baru, misalnya saja dari segi popularitas. Sebab, sosok petahana sudah lebih dikenal masyarakat sebagai sosok kepala daerah yang memimpin daerahnya dalam kurun waktu sekitar lima tahun.

“Jadi ada kedekatan emosional antara petahana dan masyarakat. Karena adanya kinerja, kebijakan publik dan program yang diimplementasikan untuk kemajuan daerah tersebut. Sehingga ada peluang bagi petahana,” jelasnya.

Ia berharap, lembaga penyelenggara pemilu maupun lembaga lainnya dapat mengawal dengan baik pelaksanaan pilgub 2018 mendatang. Karena ini untuk kemajuan Provinsi Lampung dalam mencari sosok pemimpin yang amanah dan berniat memajukan Bumi Ruwa Jurai periode 2019-2024.

Untuk diketahui, Rakata menyampaikan hasil survei secara terbatas. Media cetak dan online yang diundang pun total hanya tujuh perusahaan.

Baca Juga:  Airlangga Hartarto Kukuhkan Bappilu Golkar Lampung

Dalam undangan yang tersebar melalui grup WhatsApp tersebut bahkan tertulis, “undangan ini khusus diperuntukan bagi mitra Rakata. Kami akan sangat berterimakasih jika undangan ini tidak menyebar ke media diluar 7 media di atas”

Direktur Eksekutif Rakata Institute Eko Kuswanto menyatakan, tiga bulan menjelang Pilkada Serentak di Lampung,  perlu diukur dinamika politik dan aspirasi masyarakat. Begitu juga jelang Pemilu 2019. Peta peluang partai politik (parpol). Terrmasuk kandidat senator yang akan melenggang ke Senayan dari daerah pemilihan (Dapil) Lampung 1 dan 2, serta kandidat presiden.(AR/DD/NN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top