Modus

Supervisor PLN Diduga Peras Pelanggan

Ilustrasi. (Ist)

BANDAR LAMPUNG – Penasehat Hukum Denny Fariz menyebut oknum supervisor P2TL PLN Lampung Rayon Tanjung Karang terindikasi melakukan pemerasan pada pelanggannya. Angkanya pun tidak tanggung-tanggung mencapai Rp 10 juta.

“Klein saya, Dinan, mengaku diperas Rp 10 juta atas tudingan pihak PLN soal rusaknya Kwh meter. Harusnya, ada prosedur yang dilalui sebelum memvonis pelanggan,” kata Denny Fariz, Kamis (15/11).

Dia melanjutkan, PLN sepatutnya memfungsikan tim penelitinya terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat kesalahan pelanggannya.

Justru yang terjadi malah sebaliknya. Yaitu, pelanggannyalah mencari tahu soal tudingan kerusakan. Bahkan sampai melakukan uji lab.

Terkait hal tersebut pihaknya telah mengirimkan surat somasi kepada PLN Lampung. Pengiriman surat somasi tersebut bentuk tindaklanjut dari persoalan pemutusan arus listrik di kediaman kleinnya.

Baca Juga:  3 Pemain Judi Kartu Diamankan Aparat

“Kita sudah kirim somasi sejak 3 November terkait surat keberatan yang sudah kita berikan. Saya masih menunggu balasannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembalasan surat somasi tersebut mempunyai waktu selama 14 hari kerja. Namun, pihaknya terus menunggu agar mendapatkan kepastian hukum yang jelas.

“Sampai hari ini kita masih menunggu, tapi jika tidak ada balasan juga kita akan laporkan secara pidana dan perdata,” jelasnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top