Daerah

Sukses Inovasi Peternakan, LIPI dan Pemprov NTB Diganjar Rekor MURI

Piagam MURI untuk LIPI. | Puslit Bioteknologi LIPI

JAKARTA — Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama rakyat peternak asal Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil memecahkan tiga rekor nasional dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Penganugerahan piagam penghargaan dari MURI di bidang peternakan ini –ketiganya diteken langsung Ketum MURI Jaya Suprana tertanggal 5 November 2019, diterima oleh Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Prof Dr Enny Sudarmonowati, dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Selasa (5/11/2019).

Dua piagam untuk LIPI nomor 9276/R.MURI/X/2019 atas rekor Rekording Sapi Terbanyak oleh Peternak Menggunakan Aplikasi Berbasis Android. Dan, 9277/R.MURI/X/2019 atas rekor Inseminasi Buatan dengan Teknologi Sperma Sexing Jantan Pertama kepada Sapi Bali Berkriteria SNI.

Dan untuk Pemprov NTB, bernomor 9278/R.MURI/X/2019 tertanggal sama atas rekor Produksi Pakan Silase Menggunakan Inokulum Lactobacillus plantarum oleh Peternak Terbanyak.

LIPI sendiri, dalam rilisnya Rabu (6/11/2019) mengklaim bahwa lima tahun kiprahnya di NTB melalui pengampuan Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI berhasil mengembangkan potensi luar biasa besar perekonomian rakyat setempat di bidang peternakan.

Baca Juga:  Mural 8 Flyover di Kota Bandar Lampung Pecahkan Rekor MURI

Dalam operasionalisasinya melalui klaster peternakan sejak 2015, Puslit Bioteknologi LIPI mengembangkan potensi itu melalui Tekno Park Banyumulek, NTB. Dilanjut tiga tahun kemudian, diperkuat pula oleh Pusat Unggulan Iptek (PUI) pada 2018.

“Provinsi NTB sangat potensial untuk pengembangan peternakan, sehingga fokus kegiatan Tekno Park Banyumulek adalah peternakan sapi potong didukung dengan teknologi pertanian, pascapanen, sosial ekonomi dan lainnya yang berkontribusi besar bagi perekonomian masyarakat,” ujar Enny Sudarmonowati di STIP Banyumulek, Jl By Pass Bandara Internasional Lombok II Lombok Barat, NTB, Selasa (5/11/2019).

Alumnus S1 IPB 1985 ini menjelaskan, lima tahun berkiprah di NTB, pihaknya telah melaksanakan alih teknologi kepada petugas lapang, pemerintah daerah, juga peternak. “Target untuk membentuk UKM juga telah terwujud yaitu di Sentra Peternakan Rakyat Ridho Ilahi di Lombok Timur dan Ngiring Datu di Lombok Utara,” jelasnya.

Sentra Peternakan Rakyat Ridho Ilahi, imbuh dia, telah berhasil mengaplikasikan teknologi pakan konsentrat. Sedang Sentra Peternakan Rakyat Ngiring Datu, selain memproduksi senada, juga sukses memproduksi silase.

Baca Juga:  Waspada Penyelenggara Haji Palsu, Begini Kata Kemenag

“UKM olahan cokelat telah berkembang dari kelompok tani yang hanya menghasilkan kakao dan biji fermentasi menjadi kampung cokelat Senara yang mampu mengolah biji mentah menjadi bahan olahan coklat jadi,” lulusan S-3 University of Bath, Inggris (1991) ini menambahkan.

Upaya LIPI memberikan pendampingan dan pelatihan pada para peternak, telah mampu memecahkan tiga rekor MURI. Penjelasan Enny soal ini pun mengungkap fakta unik.

Apa itu? Ternyata, raihan pecah rekor ini memiliki kode unik serba 2019. Betapa tidak, rekor Rekording Sapi Terbanyak oleh Peternak Menggunakan Aplikasi Berbasis Android, disematkan usai sukses terapannya pada 2019 ekor sapi, tiga bulan lamanya.

Rekor kedua pun benar adanya, diberikan atas raihan Inseminasi Buatan dengan Teknologi Sperma Sexing Jantan Pertama kepada Sapi Bali Berkriteria SNI, terhadap total 2019 ekor sapi dengan kriteria Standar Nasional Indonesia (SNI).

Baca Juga:  Terbuai Lagi di Senggigi Sunset Jazz

Yang terakhir, rekor Produksi Pakan Silase Menggunakan Inokulum Lactobacillus plantarum oleh Peternak Terbanyak, dengan volume produksi sebanyak 2019 kilogram oleh 120 orang peternak.

Sementara, dalam kesempatan yang sama Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah SE MSc berharap agar NTB tak hanya mengekspor bahan baku mentah, tetapi juga barang jadi.

“Kami berharap STIP (Science Technology Industry Park) Banyumulek di bawah bimbingan LIPI mampu menjelma menjadi pusat edukasi, melahirkan industrialisasi dan menciptakan potensi ekonomi untuk kemajuan NTB,” pungkas mantan anggota DPR 2004-2018 kelahiran Sumbawa Besar, 18 Mei 1972 itu.(LS/Est/Fz/Muzzamil)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top