Modus

Suami Direbut Wanita Lain, Ibu Rumah Tangga ini Justru jadi Pesakitan

MP, ibu rumah tangga, harus didudukan di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang sebagai terdakwa, dalam sidang perdana perkara pelanggaran Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik/Suluh/TIN

BANDAR LAMPUNG – Lantaran tak terima suami direbut orang dan menghina rivalnya tersebut di media sosial, seorang ibu rumah tangga warga Kota Bandar Lampung, harus berurusan dengan pasal ITE.

MP, ibu rumah tangga ini harus didudukan di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang sebagai terdakwa, dalam sidang perdana perkara pelanggaran Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Wanita 33 tahun ini didakwa telah melanggar pasal yang mengatur tentang ITE, dengan perbuatannya yang telah mengunggah kata – kata dengan unsur penghinaan terhadap seseorang, yang ia unggah dilaman Facebook pribadinya, hingga telah dilihat oleh puluhan orang.

Baca Juga:  Mulai Dari Legalitas STR Hingga Pengusiran Pasien Jadi Permasalahan RS Bumi Waras

Perbuatannya tersebut dipicu lantaran ia tak terima ada wanita idaman lain dari pria yang kini telah menjadi mantan suaminya tersebut, yang diduga olehnya telah menjadi sebab hancurnya rumah tangga yang ia bangun selama ini.

Peristiwa tersebut berawal ketika di tahun 2016 lalu, MP menerima pesan dari seorang wanita berinisial NSB, yang mengaku bahwa tengah dekat dengan lelaki yang saat itu berstatus sebagai suaminya.

Tak terima akan perlakuan dari NSB, ibu rumah tangga ini pun akhirnya melampiaskan kemarahannya di laman Facebook, dengan mengunggah foto NSB yang disertai dengan kata – kata bernada penghinaan.

Akibat ulahnya tersebut, jaksa pun menjeratnya dengan pasal 45 ayat 1, junto pasal 27 ayat 3, Undang Undang No 19 tahun 2016, tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008, tentang informasi dan transaksi elektronik, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal selama 6 tahun serta denda paling banyak sebanyak Rp1 miliar.(TIN)

Baca Juga:  Tenaga Ahli DPR RI Fraksi PKB Didakwa Peras Petani Lamtim
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top