Ekonomi

Strategi Dani Rahmadi Tingkatkan Omset UMKM Tanaman Hias di Tengah Pandemi

Strategi Desa Tunjungan Meningkatkan Omset UMKM Tanaman Hias di Tengah Pandemi/Istimewa

Suluh.co – UMKM (Usaha Mikro Kecil dan dan Menengah) merupakan hal yang baru dalam kegiatan atau aktivitas perniagaan.

UMKM bergerak dalam hal perdagangan di mana dalam hal ini menyangkut pada aktivitas atau kegitan berwirausaha yang di jalankan oleh individu, rumah tangga, atau badan usaha kecil.

Seperti UMKM budi daya tanaman hias yang di jalankan oleh Dani Rahmadi di Desa Tunjungan, kabupaten Purworejo.

Dani telah berwirausaha sejak tahun 2014 yang di bantu oleh istrinya dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah menjadi sumber penghasilan.

Dari hobi yang dia tekuni, kini usaha nya biasa menghasilkan omset yang menjanjikan. Namun dalam merintis usahanya tidak semudah yang di bayangkan, dari menjual tanaman dengan harga Rp500 sampai bisa menjual tanaman yang harganya mencapai Rp19 juta.

Baca Juga:  KPU Way Kanan Sosialisasi PKPU, Jumlah TPS Capai 991

Dani sekarang juga mempunyai dua orang pegawai untuk membantunya merawat tanaman tersebut serta memberi peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitarnya.

Dalam membudidayakan tanaman hias Dani berfokus pada tanaman Aglonema. Namun tidak menutup kemungkinan Dani juga membudidayakan jenis tanaman seperti: Bougnville, Syngonium, Dendron, Caladium dan masih banyak lagi.

Di masa pandemi Covid-19 ini banyak usaha UMKM yang mengalami penurunan omset, apalagi di tambah berkembang pesatnya pesaing bisnis yang serupa semakin banyak di desa Tunjungan dan sekitarnya. Maka Dani harus berfikir keras strategi apa yang harus di ambil agar dapat mengoptimalkan omset penjualan.

Pada era digital saat ini pelaku UMKM harus bisa mengimbanginya dengan menggunakan media sosial. Maka dari itu Dani memanfaatkan beberapa media sosial saat ini yang sedang viral untuk pemasaran seperti: Facebook, Instagram, Whatsapp, Tik-tok dan sebagainya.

Baca Juga:  Purworejo Toreh Prestasi Lomba Pantomim Tingkat Provinsi

Namun penurunan omset tidak berlaku pada usaha Dani saat ini karena strategi yang tepat dan peminatnya tinggi yang membuat omsetnya mencapai Rp30 juta hingga Rp50 juta/bulan.

Dalam usahanya Dani dan istri tidak melupakan kewajibanya sebagai umat islam yang harus selalu ikhtiar, selalu berdoa dan bersyukur karena harta adalah sebuah titipan yang bisa di ambil kapan saja.

 

Artikel : Linda Puspita
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top