Iklan
Daerah

Stadion WR Soepratman Sudah Tak Layak

Atap tribun penonton di Stadion WR Soepratman terlihat berlubang di sana-sini/DNL

PURWOREJO – Stadion sepak bola WR Soepratman milik Pemkab Purworejo, kondisinya kini sangat memprihatinkan. Diketahui sudah bertahun-tahun, stadion yang menjadi markas Persikapur Divisi 3 hingga divisi 1 ini terbengkalai, lantaran tidak pernah direnovasi.

Dari pantauan suluh.co Jumat 12 Juli 2019 pagi. Atap tribun penonton terlihat berlubang di sana-sini. Rumput mengering, bahkan jaring gawang pun sudah tidak ada. Sama sekali tak meninggalkan bekas bahwa di stadion ini pernah menjadi basecamp kesebelasan kebanggaan kabupaten yang memiliki tagline ‘mulyo’ ini.

“Tanggal 20 Juli nanti, stadion ini akan dipakai untuk uji coba dengan PSS Sleman. Sabtu kemarin (13/7) sudah dipakai untuk seleksi lokal bibit muda berbakat yang akan diikutkan Suratin Cup. Terpaksa jala gawang saya perbaiki dengan uang pribadi,” kata Angko Setyarso Widodo, Ketua Pengkab PSSI Kabupaten Purworejo, saat dikonfirmasi di rumahnya, Minggu (14/7).

Baca Juga:  Danramil 0424 -02/Wonosobo Hijaukan Kawasan Register 39

Angko mengungkapkan pentingnya memiliki stadion sepak bola yang representatif. Saat ini Pengkab PSSI tengah menyiapkan pemain untuk liga profesional pada tahun 2023 mendatang.

“Tim tersebut adalah juara U-16 juara nasional U-16 dan juara Piala Raja di Thailand. Sekarang mereka sudah naik U-17 dan dipersiapkan untuk mengikuti Piala Soeratin. Tim tersebut tengah mengikuti diklat di Banjarnegara karena di Purworejo tidak ada diklat yang ditangani secara professional,”

Jika ingin memiliki tim sepak bola profesional, Pemkab harus menyediakan lapangan yang layak agar bisa menjadi home base.

“Ada syarat dari PSSI untuk menjadi stadion tim profesional, jaraknya tidak boleh lebih dari 60 KM. Purworejo ini sangat memenuhi syarat, dengan adanya bandara baru Yogyakarta,” terang Angko.

Baca Juga:  SMK Penabur Hadirkan Pahlawan Sarwo Edhie di Grebeg Kamardikan 74 RI

Memiliki stadion bagus, tidak akan rugi, perhitungannya jika dipergunakan untuk pertandingan profesional dari pemasukan tiket saja bisa Rp200 – 400 juta sekali pertandingan. Belum pemasukan dari biaya sewa stadion dan lainnya.

“Membangun stadion bola sebenarnya tidak akan rugi. Karena ada aturan keterkaitan antar memiliki tim daerah dengan pembangunan stadion yang representatif. Jika ingin membangun, harus standar bisa untuk liga profesional,” jelas Angko.

Sementara itu, Kadindispora Kabupaten Purwprejo, Sukmo Widhi, yang dihubungi mengatakan bahwa, pihaknya telah menganggarkan sport centre yang berlokasi di GOR WR Supratman pada tahun 2020.

“Akan tetapi memang belum spesifik pembangunan stadion sepak bola. Namun pembangunan atap tribun dan sistem sistem drainase akan kita prioritaskan, agar ketika hujan tidak terjadi genangan air,” kata Sukmo melalui pesan singkat.

Baca Juga:  Anak Penjual Dawet Raih Juara 2 MTQH Nasional

Rencana anggaran untuk pembangunan sport centre tersebut mencapai Rp10 Miliar yang akan diambil dari APBD 2020.(DNL)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top