Politik

SPRI : Saatnya Pastikan Semua Program Jokowi Dinikmati Rakyat

Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia Lampung dalam konferensi persnya di Bandar Lampung/LS

BANDAR LAMPUNG – Rakyat Indonesia telah sukses menghantarkan Jokowi menjadi Presiden RI kedua kali dalam Pilpres 2019. Jokowi-Ma’ruf menang di Lampung dengan total suara 2.853.585 (59.34%) mengalahkan Prabowo-Sandiaga 1.955.689 (40.66%).

Kemenangan Jokowi harus segera bermanfaat bagi rakyat, khususnya di Lampung. Hal ini ditegaskan oleh Badri, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) di Lampung dalam konferensi persnya di Bandar Lampung, Jumat (14/6).

“Suka atau tidak, kemenangan Jokowi adalah kemenangan rakyat. Tugas kita semua adalah memastikan semua program Jokowi dirasakan langsung oleh seluruh rakyat. Khususnya rakyat Lampung,” tegasnya.

Badri menegaskan semua pihak yang berusaha memanipulasi, menghalangi atau mensabotase program Jokowi adalah musuh rakyat yang akan berhadapan dengan SPRI.

“Dan kami menetapkan mereka sebagai musuh rakyat yang harus dilawan. Seluruh rakyat berhak melawan mereka. Harus ada hukuman yang tegas kepada semua musuh-musuh rakyat manipulator dan tukang sabot program Jokowi,” tegasnya.

Badri menyoroti prioritas program Presiden Jokowi yang sudah berjalan dan harus dipastikan dirasakan langsung oleh rakyat. Program Presiden Jokowi lima tahun kedepan akan fokus pada peningkatan kualitas sumberdaya manusia agar bisa mempercepat pembangunan Indonesia.

Baca Juga:  SPRI Lampung Tuntut Perbaikan Data Orang Miskin

“Dalam waktu lima tahun kedepan, tidak boleh lagi ada rakyat Lampung yang tidak sekolah, karena pemerintah Jokowi telah memberikan dana dan fasilitas yang cukup untuk semua anak Indonesia sekolah sampai kuliah berupa Kartu Indonesia Pintar (KIP). Cari, temukan dan laporkan kalau ada anak tidak bisa sekolah,” tegasnya.

Ia menegaskan juga tidak boleh adalagi rakyat sakit dan mati karena karena tidak punya uang untuk ke puskesmas dan rumah sakit karena pemerintahan Jokowi telah menyediakan dana dalam Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk seluruh rakyat.

“Tidak boleh lagi ada gizi buruk dan gizi kurang di seluruh Lampung, tidak tertangani oleh pemerintah. Cari, temukan dan laporkan kalau ada pasien tidak bisa berobat,” papar Badri.

Ia juga menegaskan agar semua orang miskin dan orang tidak mampu dipastikan mendapatkan jatah Program Harapan Hidup (PKH) yang telah disediakan oleh kementerian sosial.

“Jangan ada lagi orang miskin dan tidak mampu yang tidak mendapatkan perhatian dan fasilitas PKH dari pemerintah. Mereka harus mendapatkan tempat tinggal yang layak dialiri listrik dan cukup makan yang bergizi. Cari dan laporkan jika masih ada yang belum mendapatkan,” tukasnya.

Baca Juga:  Partai Demokrat Yakin Ridho - Bachtiar Raih 40 Persen Suara di Pilgub

Selain itu, agar rakyat mengawal program penuntasan reformasi agraria yang sudah berjalan selama 5 tahun terakhir.

“Jangan ada lagi rakyat yang belum mensertifikasikan tanahnya. Semua tanah yang terlantar harus dimanfaatkan oleh rakyat untuk berproduksi meningkatkan kemakmuran bersama,” tegasnya.

SPRI juga menurutnya akan mengawal program Dana Desa dengan memastikan semua desa di Lampung memiliki embung desa, memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), memiliki lapangan olahraga, dan produksi unggulan desa. Ia mengingatkan Peraturan Menteri Desa Nomor 16 Tahun 2018 yang mengatur penggunaan Dana Desa agar segera diwujudkan.

“Seluruh rakyat desa harus sehat. Seluruh anak desa harus bisa sekolah setinggi-tingginya. Seluruh rakyat harus terlibat dalam pembangunan desa. Seluruh desa harus terkoneksi dengan dengan kota dan memiliki sarana transportasi desa. Seluruh desa harus ada produksi unggulan dan pasarnya yang pasti meningkatkan kesejahteraan rakyat. Seluruh desa harus ada program kebudayaan dan menjadi desa wisata,” paparnya.

Baca Juga:  SPRI Lampung Sebut Tidak Ada Penambahan Kuota Bantuan Untuk Rakyat Miskin Dari Jokowi-JK

Tentang SPRI

Sejarah SPRI di Lampung berawal dari Organisasi bernama Kaum Miskin Kota Untuk Revolusi Demokratik (KASTARED) (2002-2004). Kemudian menjadi  Serikat Rakyat Miskin Kota (SRMK) pada tahun 2005-2011 yang kemudian berubah menjadi Serikat Rakyat Miskin Indonesia (2013-2011) dan terakhir menjadi SPRI sampai saat ini.

Badri semula adalah seorang sopir angkot yang sudah aktif dalam gerakan rakyat sejak 1998. Ia memimpin Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) yang selama ini berjuang membela kepentingan rakyat. Hingga saat ini SPRI Lampung telah berdiri di 228 Kecamatan di 15 Kabupaten dan Kota di seluruh Provinsi Lampung, dengan anggota 30.000 massa rakyat diseluruh Lampung.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top