Iklan
Wisata

Sport Event Berdampak Positif Bagi Destinasi Penyelengara

Wisata olahraga/Ilustrasi

BALI – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Bidang Wisata Buatan, menggelar Workshop Pengembangan Wisata Olahraga, Kamis (7/2). Kegiatan yang berlangsung di Harris Hotel & Residence, Bali, mengangkat tema ‘Sport Event Dalam Mendorong Peningkatan Wisnus dan Wisman ke Destinasi Penyelenggara’.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, workshop bertujuan memperoleh gambaran bagaimana sport event mampu mendatangkan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman). Sekaligus, meningkatkan citra bagi destinasi penyelenggara.

“Dengan kegiatan ini, diharapkan nantinya mampu menghasilkan sebuah strategi pengembangan melalui diskusi sharing pemahaman wisata olahraga. Serta gambaran data dan informasi yang bermanfaat mengenai sports tourism Indonesia,” ujarnya.

Workshop ini diikuti sekitar 80 peserta. Terdiri dari unsur pentahelix, yaitu akademisi, business/ pelaku industri, pemerintah daerah, dan awak media yang sebagian besar berasal dari destinasi sport event Bali.

Baca Juga:  Ukawangi ITB Akan Pentaskan Prabu Tawang Alun

“Workshop disajikan dengan format presentasi paparan, diskusi dan sharing. Antara lain mengenai Bali sebagai destinasi sport event dunia, tantangan yang dihadapi pelaku aktif sport event di Indonesia, serta tentang penyelenggaraan event olahraga yang dikemas dalam bentuk festival dan education,” bebernya.

Asdep Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Alexander Reyaan menambahkan, sport event seperti Asian Games memberi dampak luar biasa bagi destinasi yang ada di negara penyelenggara. Tak heran jika banyak negara yang memperebutkan sport event dengan segala daya upaya. Tujannya agar menjadi host country, baik untuk local, major maupun mega sport event.

“Dengan adanya penyelenggaraan sport event bagi suatu destinasi, tentu ada pergerakan orang dari dan ke luar destinasi tersebut. Ini menjadi tanda adanya geliat perjalanan wisata,” jelas Alexander, yang diamini Hidayat, Kepala Bidang Wisata Buatan.

Baca Juga:  Ditangani Expert, FPBN 2019 Disajikan Lebih Berbobot

Bagi destinasi yang ingin menjadi tuan rumah sport event, tentu harus berbenah dan menyediakan fasilitas serta infrastruktur. Namun jika sudah mempunyai fasilitas yang memadai, harus dipikirkan bagaimana supaya venue-venue olahraga tersebut sustain. Harus dimanfaatkan dengan meng-create dan menyelenggarakan sport event yang berkesinambungan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, jika flash back pada perhelatan Asian Games tahun 2018 lalu, jelas sekali bagaimana imbas positif yang diterima Jakarta dan Palembang selaku dua daerah penyelenggara. Media memberitakan bahwa tingkat okupansi melesat hingga 100%. Hotel-hotel yang berada di dekat venue pertandingan olahraga mengalami tingkat keterisian 100%.

“Asian Games 2018 yang diikuti oleh 45 negara, mempunyai dampak ekonomi langsung maupun tidak langsung. Belanja terbesar diperoleh dari penonton dan peserta sebesar Rp3,6 triliun, akomodasi Rp1,3 triliun, transportasi Rp641 miliar, makanan dan minum Rp629 miliar, souvenir Rp561 miliar, serta hiburan 280 miliar. Sport tourism dan sport event sport telah menjadi pasar yang menguntungkan,” ungkapnya.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top