Daerah

Sosok Yustin Ficardo di Mata Ibu PKK

Sosok Yustin Ficardo istri Gubernur Lampung (non aktif) di masyarakat Rulung Helok, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran/WA

PESAWARAN – Cantik, muda, berjiwa pemimpin seperti itu gambaran sosok Yustin Ficardo istri Gubernur Lampung (non aktif) di masyarakat Rulung Helok, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran.

Ternyata selama kepemimpinan Muhammad Ridho Ficardo selama 3 tahun menjadi Gubernur Lampung, Yustin kerap berkunjung ke masyarakat setempat lewat pengajian Ar- Ridho walau tak banyak disorot media.

Di balik sosok yang pendiam, Yustin Ficardo ternyata memiliki jiwa kepemimpinan. Berbagai permasalahan yang ada saat menjabat sebagai Ketua PKK dapat dirampungkan dengan cara musyawarah dan pendekatan dengan penuh kekeluargaan.

Bagi Wisna Wati penggerak PKK Kecamatan Tigeneneng, Pesawaran, akitivitas, Yustin sangat diingat karena dekat dengan anggota PKK di tingkat bawah.

Baca Juga:  Bupati Winarti Bakal Kucurkan 20 Juta Untuk 151 Organisasi Pengajian

“Ibu Yustin orangnya sangat dekat dengan masyarakat kalangan bawah. Dia tak membeda-bedakan masyarakatnya, apakah itu orang kaya, miskin dia suport semua,” katanya, Minggu (18/3).

Menurut Wati yang aktif dalam PKK, selama masih aktif menjabat sebagai ketua PKK Lampung Yustin selalu turun ke bawah memberikan pelatihan keterampilan kepada ibu-ibu rumah tangga di Pesawaran ini. Bahkan tak jarang, alumni Universitas Islam Bandung (Unisba) itu mau berpanas-panasan bersama dengan ibu-ibu.

“Ketua PKK sebelum-sebelumnya tidak seperti ini kedekatanya dengan masyarakat, terutama dalam memberikan pelatihan keterampilan atau dalam pengajian. Saya sangat berharap pak Ridho terpilih kembali menjadi gubernur, biar Bu Yustin adi ketua PKK Lampung lagi,” ungkap dia.

Baca Juga:  Lagi, Warga Laporkan Politik Uang Arinal-Nunik di Pesawaran

Senada yang diungkapkan Wati, Rosa Elita warga Rulung Heloklainya mengatakan, Setelah beberapa kali menghadiri pengajian Ar-Ridho, dan bertemu langsung dengan Yustin, dia mengaku terkesan, dengan Wanita kelahiran Bandung, 15 April 1980 itu.

Malah, wanita berparas ayu itu dikenal begitu lemah lembut terhadap sesiapa saja. Baik saat menghadapi masyarakat dari strata atas maupun dari strata paling bawah.

“saya tetap menomor satukan beliau. Berharap priode yang akan datang terpilih kembali,” katanya.

Awalnya ibu tiga anak ini berpikir menjadi istri Gubernur bukan hal sulit hanya mengikuti suami bertugas atau datang ke berbagai acara masyarakat. Namun ternyata tidak sesimpel itu.

“Saya pikir awalnya jadi istri gubernur cuma duduk cantik, foto-foto, tapi ternyata nggak. Jadi istri gubernur harus bisa merangkul banyak pihak. Kalau dulu prioritas hanya keluarga saja sekarang ada keluarga lain yang harus diperjuangkan yaitu masyarakat Lampung,” kata Yustin.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top