Politik

Sosok Pemberi Susu Arinal Ditelan Bumi

Ist

LAMPUNGTENGAH – Sosok misterius siapa pelaku pemberi susu Arinal menjadi teka-teki. Pasalnya, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Lampung Tengah (Lamteng), hingga kini tidak bisa menemukan siapa pelakunya, seolah ditelan bumi.

Akibatnya, Panwaslu tidak bisa melanjutkan dugaan money politik tim pemenangan pasangan calon (paslon) Arinal-Nunik di Kecamatan Terbanggi Besar ke proses pengadilan.

Panwaslu beralasan, unsur dugaan money politik tim pemenangan pasangan calon nomor urut 3, pembagian susu di Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah ini lemah. Sebab tim panwaslu tidak bisa menemukan pelaku pemberi susu.

Padahal, ketentuan sanksi money politik dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, pasal 187 poin A hingga D. Dalam pasal itu disebut bahwa orang yang terlibat politik uang sebagai pemberi bisa dipenjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan.

Baca Juga:  Sosok Ridho Ficardo Yang Terbiasa Memimpin Sejak Kecil

Ketua Panwas Lampung Tengah, Harmono, mengatakan, setelah selesai diklarifikasi, dugaan pelanggaran money politik pembagian susu itu dibawa ke rapat pleno tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu). Hasilnya, rapat menyepakati unsur alat bukti dan pembuktiannya tidak terpenuhi.

“Karena kita tidak menemukan pemberi susu, maka unsur pelanggaran dianggap lemah sehingga mentah, dan tidak bisa dibawa ke ranah penyidikan” kata Harmono

Keterbatasan waktu yang dimiliki 3+2 hari masa penyelidikan, menjadi alasan Panwaslu Lampung Tengah tidak bisa memenuhi unsur ketentuan pidana pelanggaran money politik ini. Sebab selama masa pelidikan yang dimiliki, paswas tidak bisa menemukan pembagi susu, meskipun ada bukti susu dan stiker pasangan calon paslon yang diusung partai Golkar, PKB, dan PAN.

Baca Juga:  Tidak Netral di Pemilukada, ASN Dipersilahkan Cuti

“Dalam proses penyidikan ini, kita hanya dibatasi waktu 3+2 hari untruk melakukan penyelidikan. Dalam rapat pleno gakumdu juga sempat ada perdebatan, kalau kita panggil lagi cacat hukum, sebab batas waktu penanganan yang dimiliki panwas sudah berakhir,” katanya.

Dari beberapa saksi yang dimintai keterangan oleh panwas, mereka tidak mengetahui pembagi susu. Sebab pembagian susu ini dilakukan malam hari tanpa sepengetahuan saksi.

“Beberapa saksi yang dimintai keterangan kejadian pembagian susu terjadi malam hari, mereka tidak tahu siapa pemberi susu. Tiba-tiba saja sudah ada susu diteras. Jadi ini sulit menemukan pembaginya,” katanya.

Namun, meskipun tak memiliki unsur yang kuat untuk menjatuhkan sangsi kepada tim pemenangan paslon Arinal-Nunik. Panwas memiliki catatan tersendiri untuk tim pemenangan ini.

Baca Juga:  Relawan Siger Ber01 Lampung Siapkan Tasyakuran Peresmian JTTS Bakauheni-Terbanggi Besar

“Meskipun unsurnya lemah, kita punya catatan khusus buat mereka. Sebagai warning untuk tim pemenangan pasangan calon lain, agar menjaga pilgub lampung ini bisa berjalan dengan damai, aman, tanpa money politik,” katanya.(SP)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top