Modus

Soal Suap DAK di Lamteng, Hakim dan KPK Didesak Panggil Aziz Syamsuddin

Aziz Syamsuddin, politisi senior dari Partai Golkar dan juga Wakil Ketua DPR RI/NET

Suluh.co – Koordinator MAKI Boyamin Saiman memberi pernyataan kepada majelis hakim dan KPK perihal fakta-fakta persidangan yang muncul dalam perkara dakwaan atas suap dan gratifikasi terhadap mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa.

Sebabnya, dalam gelaran sidang pada Kamis, 11 Februari 2021 kemarin, saksi-saksi di dalam persidangan maupun terdakwa menyebut keterlibatan Aziz Syamsuddin, politisi senior dari Partai Golkar dan juga Wakil Ketua DPR RI, dalam hal penerimaan fee usai mengurus DAK untuk Pemkab Lampung Tengah di Tahun 2017.

Kepada redaksi, Minggu, 14 Februari 2021, Boyamin menuturkan hal-hal di atas lewat pesan tertulis pada aplikasi WhatsApp.

“Meminta dan mendesak KPK memanggil Azis Syamsudin untuk diperiksa minimal sebagai saksi untuk mengklarifikasi semua informasi terkait kasus Bupati Lampung Tengah,” tutur Boyamin.

Baca Juga:  Polsek Natar Gerebeg Pengedar Sabu di Dusun Taqwasari I

Boyamin menyebut, Aziz Syamsudin memang perlu dihadirkan karena ada hal yang memang perlu dibuktikan kebenarannya perihal penggunaan aliran uang hasil pengumpulan komitmen fee dari rekanan.

Hal itu seharusnya ditindaklanjuti demi terangnya proses persidangan sehingga majelis hakim mempunyai keyakinan ketika menjatuhkan vonis kepada terdakwa.

Boyamin bahkan menegaskan kepada KPK, majelis hakim dan khalayak ramai, bahwa ia secara pribadi maupun secara organisasi, akan melakukan pemantauan terhadap setiap proses; setiap fakta persidangan yang terkuak dari PN Tipikor Tanjungkarang.

“Aku akan memantau proses persidangan guna mencermati hal-hal yang berkaitan,” jelas dia.

Sementara, Ketua DPD PEMATANK Lampung, Suadi Romli, mengaku kurang lega mendapat informasi bahwa nama Aziz Syamsudin disebut-sebut terlibat dalam pengurusan DAK yang berujung pada pemberian fee senilai Rp2,5 miliar.

Baca Juga:  Melihat Gaya Para Saksi di Persidangan Kasus Korupsi yang Libatkan PT Topcars Indonesia

Menurut Suadi Romli saat menghubungi rredaksi, Taufik Rahman dan Mustafa punya konsekuensi ketika menyebutkan sosok Aziz Syamsudin.

“Saya pribadi tak percaya soal yang begitu-begitu. Tak mungkin beliau berlakon begitu. Saya harap, para saksi, atau siapapun, jangan jual-jual nama beliau. Karena ini sudah masuk ke persidangan, maka itu erat kaitannya dengan fakta persidangan,”¬†tegas Romli, Minggu, 14 Februari 2021.

Kan proses sidang itu sudah dibalut dengan aturan hukum, lewati penyidikan dan segala macam. Konsekuensi hukum yang logis, bisa berdampak pada mereka para saksi yang menyebut nama beliau. Tolong jangan fitnah beliau,” timpalnya.

Romli sedianya berkomentar atas apa yang muncul dalam fakta persidangan tepatnya ketika KPK mendakwakan suap dan gratifikasi kepada mantan Bupati Lampung Mustafa di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 11 Februari 2021.

Baca Juga:  Polres Pesawaran Diminta Terapkan Pola Hidup Sederhana

Uang komitmen fee itu diketahui berasal dari komitmen fee yang berasal dari rekanan yang mengerjakan paket proyek pada Dinas Bina Marga.

 

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top