Modus

Soal Sabu 11 Kilogram, 3 Petani Tegineneng Mohon Keringanan Hukuman

Tim Posbakum Peradi PN Tanjung Karang, kuasa hukum terdakwa/NUS

Suluh.co – Ketiga terdakwa berinisial ER, SK dan SY, yang sehari – hari bekerja sebagai petani harus ber-urusan dengan hukum lantaran kedapatan menyimpan belasan kilo narkotika jenis sabu dan ribuan butir pil ekstasi.

Pada gelaran sidang sebelumnya, jaksa pun menuntut seluruhnya untuk menjalani hukuman pidana penjara selama 20 tahun, serta dikenakan pidana denda sebanyak Rp1 miliar, dengan subsidair denda yaitu penjara selama empat bulan.

Ketiga terdakwa yang merupakan warga Tegineneng, Kabupaten Pesawaran tersebut, dijerat menggunakan pasal 112 ayat 2, junto pasal 132 ayat 1 Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009, yang mengatur tentang tindak pidana narkotika.

Baca Juga:  Kasus Korupsi Mantan Kadishub Pesawaran di Limpahkan ke Kejari

Namun, atas tuntutan jaksa tersebut, kuasa hukum ketiganya masih memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim.

“Bahwa sesuai dengan fakta persidangan, seluruh narkotika tersebut bukanlah milik para terdakwa, melainkan titipan dari seorang berinisial SG yang kini menjadi buronan polisi,” ujar Tim Posbakum Peradi PN Tanjung Karang, kuasa hukum terdakwa.

Di dalam dakwaan yang dibacakan oleh jaksa, ketiga warga Tegineneng, Kabupaten Pesawaran ini, terbukti telah menyimpan dan meguasai narkotika jenis sabu sebanyak 11 kilogram dan sebanyak 8.966 pil ekstasi.

Barang haram yang sebanyak itu diakui oleh para terdakwa adalah kepunyaan milik seseorang berinisial SG, yang seharusnya telah mereka musnahkan sebelumnya sesuai dengan perintah dari yang bersangkutan.

Baca Juga:  Unggul di Pesawaran, Dendi- Marzuki Tunggu Hasil Resmi KPU

Ketiga terdakwa ini pada awalnya dihubungi oleh SG, untuk membantunya memusnahkan sabu dan ekstasi miliknya yang dikubur di bawah tanah dekat sawah di daerah Tegineneng, dengan upah yang diberikan sebesar Rp200 ribu.

Namun, setelah mendapati barang haram tersebut, ketiga terdakwa malah berinisiatif membawa pulang sebagian sabu dan ekstacy untuk dijual kembali dan disimpan sementara di beberapa tempat salah satunya dikubur di sebuah makam dekat rumah terdakwa ER.

 

Reporter : Tinus Ristanto

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top