Politik

SMRC: Nurani tidak Bisa Diuangkan

Direktur Program SMRC Sirojudin Abas saat menggelar jumpa pers, di Hotel Emersia (suluh)

BANDAR LAMPUNG – Dari hasil Survei yang digelar oleh SMRC Saiful Mujani, tingkat politik uang dalam pilgub Lampung, masih terbilang tinggi.

Dari survei SMRC mulai tanggal 3 hingga 8 maret 2018, sebanyak 46 persen masyarakat Lampung menerima politik uang dengan hal yang wajar.

“Dari hasil survei kita, politik uang masih bisa ditoleransi oleh masyarakat. Sedangkan masyarakat yang tidak mau menerima politik uang sebanyak 54%,” kata Sirojudin Abas, Direktur Program SMRC, di Hotel Emersia, Minggu (25/3).

Selain itu, kata Sirojudin, dari delapan daerah pemilihan (dapil). Dapil empat yang meliputi Lampung Barat, Pesisir Barat, dan Tanggamus, merupakan daerah tertinggi toleransi terhadap politik uang yang mencapai 56%. Disusul  Lampung Selatan 54%.

Baca Juga:  Khadafi : Bawaslu Bermain Dengan Keputusan, Pengadilan Rakyat Akan Bergerak

“Sedangkan enam dapil lainnya berada di kisaran 40% hingga 50% toleransi terhadap politik uang,” katanya.

Namun, meskipun tingkat toleransi terhadap politik uang terbilang tinggi. Pilihan masyarakat tidak dipengaruhi oleh paslon yang memberikan uang/hadiah, melainkan ditentukan oleh hati nurani.

“Jadi perilaku masyarakat Lampung ini, ketika ada paslon yang kasih uang/hadiah mereka akan terima. Tapi soal pilihan masih ditentukan hati nurani,” katanya.

Dalam rilis survei SMRC disebutkan paslon Ridho-Bachtiar di posisi teratas dalam hasil surveinya dengan mendapat dukungan 35,6%, disusul Herman HN-Sutono 23,6%, Arinal Djunaidi-Chusnunia 14,6% dan Mustafa-Ahmad Jajuli 13,8%. Sedangkan 12,4% masih mengambang.

Dengan posisi ini berarti dua lembaga suvei (SMRC dan Charta Politika) menempatkan Ridho-Bachtiar di posisi teratas. Sebelumnya Charta Politika mengumumkan Ridho-Bachtiar unggul dibanding calon lain pada Selasa (20/3/2018) di Hotel Horison Bandar Lampung.

Baca Juga:  LMND Lampung Nyatakan Sikap Netral di Pilgub 2018

Hasil survei SRMC lainnya, Ridho menjadi top of mind dengan persentase 21,4%, disusul Herman HN 17%, Mustafa 9.7% dan Arinal 7,8%. Meski secara spontan, masih ada 42,5% pemilih belum menyebutkan calon yang mau dipilih, namun Muhammad Ridho Ficardo mendapat dukungan terbanyak. Top of mind merupakan dukungan spontan dari responden tanpa disodorkan nama-nama yang akan bertarung di Pilkada.

Sementara itu, dalam survei juga disebut, responden menjawab spontan nama Muhammad Ridho Ficardo. Dalam 5 bulan, dukungan spontan kepada Muhammad Ridho Ficardo naik 4,1%, Herman HN naik 2,4%, Arinal Djunaidi naik paling tinggi 6,5%, sementara Mustafa turun 2,7%. (AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top