Panggung

SMK Penabur Hadirkan Pahlawan Sarwo Edhie di Grebeg Kamardikan 74 RI

SMK Penabur hadirkan pahlawan Sarwo Edhie di Grebeg Kamardikan 74 RI/MAS

PURWOREJO – SMK Penabur Purworejo yang terletak di Jalan Dr. Setiabudi No.18, Rw. VI, Sindurjan, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, hadirkan sosok pahlawan nasional asal Purworejo  Sarwo Edhie Wibowo, dalam rangka memperingati HUT RI ke-74.

Dilansir dari Wikipedia, Sarwo Edhie Wibowo lahir di Purworejo, Jawa Tengah, 25 Juli 1925, dan meninggal di Jakarta, 9 November 1989, pada umur 64 tahun. Ia juga salah satu tokoh militer Indonesia serta bapak dari Kristiani Herrawati, ibu negara istri Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dan juga bapak dari KSAD Pramono Edhie Wibowo.

Dijelaskan oleh Aloysius Gonzaga Rangga Hami Seno, sebagai koreografer tarian bahwa, dalam karnaval grebeg kamardikan 2019 ini SMK Penabur mendapatkan mandat untuk mengangkat kembali tokoh nasional Sarwo Edhie Wibowo dalam sebuah sajian seni.

Baca Juga:  Keluarga Besar UMY Lampung Buka Bersama Anak Yatim

Dengan mengambil nilai-nilai kepemimpinan yang dimiliki Sarwo Edhie, Rangga memunculkan peristiwa di semarang pada tahun 1965, terkait dengan ketakutan masyarakat terhadap tentara. Karena setelah terjadi 30S PKI, masyarakat takut dengan tentara. Namun Jendral Angkatan Darat Sarwo Edhie, yang lahir di Purworejo muncul sebagai pengayom bagi masyarakat.

Sarwo Edhie dengan kalimat yang di lontarkan kepada masyarakat “jangan berikan leher kalian secara geratis pada PKI. Kalian lawan, jika kalian takut ABRI berada di belakang kalian, jika kalian tidak mampu ABRI bersedia melatih,”

Sementara itu, Sri Haryani, Kepala SMK Penabur Purworejo, mengatakan, keikutsertaan para siswa siswi ini adalah salah satu bentuk menumbuhkan rasa nasionalisme lebih dan juga sebagai ajang kreativitas siswa.

Baca Juga:  FSTV Datangkan Saut Situmorang, Arinal Djunadi dan Dedi Afrizal

“Saya berharap dengan ikut memeriahkan kemerdekaan ini, kami mampu mengenalkan tokoh yang ada di Kabupaten Purworejo sebagai roh kepahlawanan, agar mampu dimaknai dan dilakukan oleh setiap generasi muda,” kata Sri Haryani.(MAS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top