Modus

SMAN 9 Bandar Lampung Berupaya Mediasi Keluarga Korban dan Pelaku

Kepala SMA Negeri 9 Bandar Lampung, Suharto/Suluh/JOS

BANDAR LAMPUNG – Kasus pemukulan antar siswa SMA Negeri 9 Bandar Lampung, diselesaikan lewat mediasi.

Kendati demikian, keluarga korban menuntut pihak sekolah bertanggung jawab atas dugaan penganiayaan yang dialami anaknya.

Korban ANM tak terima dipukul oleh rekan sekolahnya FRH saat study tour di Yogyakarta pada Desember 2019 lalu.

Kasus dugaan penganiayaan saat ini dalam proses hukum di Polda Lampung.

Ibu korban, Kartika Wardani, menuntut pihak sekolah untuk bertanggung jawab.

Korban ANM diduga dianiaya teman sekolahnya FRH saat makan malam di Sleman, Yogyakarta.

Pemukulan terjadi dalam rangakian kegiatan study tour pada akhir tahun lalu itu.

Kepala SMA Negeri 9 Bandar Lampung, Suharto, mengaku pihak sekolah berupaya untuk memediasi kedua keluarga siswanya.

Baca Juga:  Buruh Simpan Sabu di Kandang Ayam

“Pihak sekolah akan mengambil langkah langkah yang dibutuhkan demi kebaikan siswa,” kata Suharto, saat ditemui, Jumat (24/1).

Suharto berharap, keputusan yang diambil nantinya tidak merugikan kedua belah pihak, karena yang dibutuhkan adalah upaya penyelesaian.(JOS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top