Iklan
Ekonomi

SKK Migas Explorasi Perdana Ladang Minyak di Lamteng

Kepala Divisi Formalitas SKK Migas, Didik Sasono Setyadi/Suluh

BANDAR LAMPUNGSatuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), melakukan koordinasi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, untuk menerapkan Undang Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2012, dalam upaya pencarian sumber lokasi cadangan minyak bumi baru di Bumi Ruwa Jurai.

Kepala Divisi Formalitas SKK Migas, Didik Sasono Setyadi, mengungkapkan, penerapan UU No 2 tahun 2012 tersebut, saat ini sedang dalam tahap pengkajian bersama pemerintah daerah (Pemda) dan BPN (Badan Pertanahan Nasional).

Pasalnya, kata Didik, terdapat dua mekanisme yang bisa dipakai, yakni mekanisme pengadaan tanah skala kecil dengan cara tanpa adanya penetapan lokasi tetapi melalui negosiasi secara langsung. Atau, menggunakan mekanisme yang urutannya sudah diatur dalam UU 2/2012.

“Jadi tanah yang nantinya mau dilakukan pengeboran itu kan harus dibebaskan. Pembebasannya juga sesuai dengan UU 2/2012, yang didalamnya ada pemprov dan BPN. Kita kan hanya sebagai pemohon saja,” kata Didik, di Kantor Gubernur Lampung, Rabu (4/4).

Baca Juga:  Sogo Diskon Besar-besaran Hingga 50%

Lanjut Didik, dalam upaya pencarian sumber minyak baru khususnya di daratan, SKK Migas dalam hal ini hanya membutuhkan lahan seluas 1,5 hektare (Ha) sampai dengan 2 Ha. Meski nantinya titik pengeboran bergeser dari luar areal tersebut, tidak akan lagi menjadi kendala, karena sudah sesuai mekanisme UU.

Selain daripada mekanisme yang diatur, SKK Migas juga akan melihat permasalahan hingga kendala yang ada pada lahan pengeboran. Dalam hal ini pihaknya musti melakukan explorasi terlebih dahulu.

“Nanti dilihat dulu, dibawah (tanah) ada kendala apa. kalau kita mau buat sumur bor untuk air, belum tentu keluar air. Minyak juga gitu, bor satu titik belum tentu dapat. Jadi bisa bergeser, namun dengan luasan lahan yang sudah disepakati seluas 2 Ha,” paparnya.

Menurut Didik, dalam explorasi mencari cadangan minyak baru, bila nantinya pun ditemukan, tetap akan ada hitungannya perihal cadangan minyak tersebut. Apakah memiliki nilai ekonomis atau tidak. “Jika mau dikembangkan, jangan sampai nanti ketika ketemu lalu dikembangkan dalam waktu 1 tahun sudah habis, artinya tidak ada nilai ekonomisnya,” kata Didik.

Baca Juga:  Atlet Lampung Kandas di Kejurnas Tinju Elit Amatir

Untuk lokasi yang bakal menjadi titik bor baru di Lampung, sambung Didik, seyogyanya memang belum ada, karena ini kali pertama SKK Migas turun ke daratan (Lampung) untuk mencari tahu.

“Dalam map, daerah Lampung memang belum terlihat, tapi saat ini dari data kami, ada potensi bebatuan keras disekitar daerah Lampung Tengah (Lamteng). Karena minyak ini bukan seperti kolam dibawah. Tapi letak minyak itu ada di pori-pori bebatuan yang sangat keras, dan dia mengalir di batuan tersebut. Nah batuan ini dimungkinkan ada di Lamteng,” ungkapnya.

Bila nantinya pada penetapan lokasi pengeboran dan akses jalan di Sumur Sugih-1, Desa Tanjung Ratu Ilir, Kecamatan Way Pagubuan, Kabupaten Lampung Tengah, memang ditemukan minyak. Kata Didik, tahapan selanjutnya adalah menghitung perbandingan angka investasi yang dikeluarkan dengan hasil yang bisa didapatkan.

“Kalau misalnya sudah dapat minyaknya ternyata jumlah minyak hanya bisa digunakan selama setahun dan tidak seimbang dengan investasi, maka bisa rugi dan tidak jadi dilanjutkan. Karena untuk ekplorasi sampai pengeboran, bisa menghabiskan dana miliyaran, apalagi Lampung baru kali pertama dilaksanakan,” urai Didik.

Baca Juga:  RSUD Demang Sepulau Raya Tambah Personel Keamanan

Untuk itu, pihakanya meminta kepada Pemprov Lampung hingga pihak kabupaten untuk sama-sama bekerja sesuai dengan tugas dan kemampuan.

“Sekarang masih satu lokasi, tidak menutup kemungkinan besok lebih dari itu. Data ini terus dipelajari bersama untuk saling cari sumber potensi cadangan baru,” tandasnya.(DD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top