Modus

Sidang Perdana, JPU Bacakan Kronologi Kasus Pemukulan Nakes Puskesmas Kedaton

Sidang Perdana, JPU Bacakan Kronologi Kasus Pemukulan Nakes Puskesmas Kedaton/Istimewa

Suluh.co  – Tiga terdakwa pemukulan terhadap tenaga kesehatan (nakes) mulai di sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung karang, Bandar Lampung, Kamis (14/10).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eka Aftarini membacakan dakwaan terhadap tiga orang, yakni Awang Helmi Christian, Novan Putra Abdillah, dan Didit Maulana.

Kata JPU, ketiga terdakwa ini mendatangi Puskesmas Kedaton sekitar pukul 03:45 WIB untuk mencari atau membeli oksigen .

Pada saat itu juga sedang ada perawat Rendi kurniawan yang sedang piket malam dan terdakwa Awang menanyakan apakah ada stok oksigen untuk dibeli karena orang tua sedang sakit,” kata Eka saat membacakan dakwaan.

Baca Juga:  Propam Usut Pembobolan ATM BRI di Rajabasa

Selanjutnya, Rendi pun menjawab bahwa oksigen tersebut hanya untuk pasien yang sedang di rawat di puskesmas dan menyarankan kepada saudara Awang jika memang kondisinya sangat membutuhkan, pasien bisa di antar ke rumah sakit.

Dalam keadaan tidak memakai masker dengan baik, saudara Rendi pun menegur Awang untuk dapat menggunakan masker dengan baik.

“Mendengarkan itu saudara Awang merasa tidak terima dengan saran atau perkataan korban,” urainya.

Setelah itu, terdakwa Awang mengaku bahwa ia datang ke Puskesmas Kedaton bersama anggota Polri dan mengatakan bahwa dirinya adik dari Kadiskes Provinsi Lampung Reihana.

Kemudian, korban Rendi diam dan tetap melaksanakan tugasnya sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Baca Juga:  Persoalan Internal Partai Hanura, Nazarudin Bantah Langgar UU ITE

Lalu, terdakwa mengajak korban untuk keluar dan membuka masker dan mendorong korban dan Novan yang ikut beserta Awang pun merangkul korban, kemudian memukul ke wajah korban sebanyak lima kali.

Dalam keadaan itu, terdakwa Awang pun ikut memukuli korban Rendi ke arah yang sama ke bagian wajah nya sebanyak tiga kali.

“Tidak lama datang rekan korban untuk melerai keributan itu dan berhentilah pemukulan tersebut,” ucap Eka.

Sementara, kuasa hukum dari tiga terdakwa Bey Sujarwo, usai mendengarkan dakwaan, dirinya mengungkapkan tidak akan mengajukan eksepsi karena hal itu benar.

“Ya karena dakwaannya memang sudah sesuai. Jadi tidak perlu mengajukan eksepsi,” tutupnya.

 

Reporter : Agung Kurniawan

Baca Juga:  Dosen Cabul Unila Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top