Iklan
Bandar Lampung

Sidang Pemeriksaan Saksi untuk Kasus Korupsi Mobil Dinas Pejabat Elite Lampung Timur Ditunda

Sidang Pemeriksaan Saksi untuk Kasus Korupsi Mobil Dinas Pejabat Elite Lampung Timur Ditunda
 Sidang Pemeriksaan Saksi untuk Kasus Korupsi Mobil Dinas Pejabat Elite Lampung Timur Ditunda

Suasana lokasi sidang perkara korupsi yang melibatkan PT Topcars Indonesia di ruang Garuda pada PN Tipikor Tanjungkarang. Foto: Tinus Ristanto.

Suluh.co – Proses persidangan untuk perkara korupsi pengadaan mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati atau pejabat elite pada Pemkab Lampung Timur [Lamtim] di PN Tipikor Tanjungkarang, ditunda untuk sementara.

Persidangan untuk terdakwa Direktur PT Topcars Indonesia Aditya Karjanto dan ASN pada BP2KAD Pemkab Lamtim Dadan Darmansyah, harusnya dijadwalkan Selasa, 26 Januari 2021.

“Ditunda. Sidang dimulai pada Jumat besok,” tutur Ahmad Handoko, yang bertindak sebagai pengacara Dadan Darmansyah.

Kepada reporter Suluh.co, Selasa siang, 26 Januari 2021, Ahmad Handoko menjelaskan bagaimana proses persidangan tersebut berjalan.

”Tadi sempat berjalan via zoom. Sempat dibuka sidangnya, namun kemudian dinyatakan oleh jaksa, bahwa sidang ditunda. Begitu,” beber dia.

Ahmad Handoko mengaku tidak tahu apa yang menjadi alasan penundaan persidangan.

Ia menerka-nerka dan menyebut: “mungkin saja itu berkait dengan penghadiran saksi. Dan memang proses itu masih dalam kewenangan jaksa. Kita sebagai kuasa hukum hanya mengikut saja,” imbuh dia.

 

Handoko Angkat Bicara soal Penghadiran BPK ke PN Tipikor Tanjungkarang dan Alasannya

Ahmad Handoko. Foto: Istimewa.

 

Diketahui, perkara ini berkait dengan pengadaan mobil dinas untuk Chusnunia Chalim sebagai Bupati Lampung Timur waktu itu; dan mobil dinas untuk Zaiful Bukhori selaku wakil.

Pengadaan mobil merk Toyota Land Cruiser Prado dan Toyota New Harrier tersebut diselenggarakan oleh Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BP2KAD] Pemkab Lamtim yang saat itu dikomandoi oleh Senen Mustakim.

Pada pengadaan tersebut, diduga terjadi tindak pidana korupsi yang membuat negara merugi Rp686 juta lebih. Sementara itu, pengadaan tersebut menghabiskan uang negara senilai Rp2 miliar lebih.

Belakangan PT Topcars Indonesia adalah yang memenangkan pengadaan tersebut. Jaksa menduga PT Topcars Indonesia tidak dalam kapasitas menyediakan mobil merk mewah tersebut, karena jaksa mendapati PT Topcars Indonesia adalah showroom bukan penyedia mobil jenis built up merk Toyota.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top