Bandar Lampung

Siang ini, Mahasiswa Lampung Dukung Jokowi Selesaikan HGU SGC

Presiden Joko Widodo/Net

BANDAR LAMPUNG – Pernyataan Presiden Jokowi dalam pidato Kebangsaan Konvensi Rakyat (24/2) mengenai HGU kemarin disambut baik oleh berbagai pihak salah satunya adalah mahasiswa di Lampung.

Sejumlah mahasiswa FISIP Universitas Lampung yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Peduli Lampung (SIMPUL) akan menggelar aksi di Tugu Adipura Bandar Lampung, Kamis (28/2) siang ini, 13:30 WIB.

Rosim Nyerupa, selaku koordinator aksi menyampaikan bahwa aksi bela hak rakyat Lampung ini dilatarbelakangi oleh kajian mingguan mahasiswa FISIP Unila dan penyataan Presiden Jokowi yang dianggap sejalan dengan permasalahan besar yang dihadapi masyarakat di Lampung.

“Kita menyambut baik pernyataan Presiden Jokowi. Ini yang kita tunggu-tunggu. Sebab sudah sedari lama masyarakat Lampung menjerit persoalan kasus sengketa lahan Sugar Group Compaines. Keseriusan Presiden Jokowi dalam menyikapi persoalan HGU di negara kita ini patut didukung demi keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia termasuk Lampung,” ujarnya saat dihubungi tim redaksi, Kamis (28/2).

Aktivis HMI Cabang Bandar Lampung yang akrab disapa Rosim ini menjelaskan, bahwa permasalahan HGU yang ada di Indonesia harus menjadi sorotan serius oleh negara.

Sebab, dari beberapa kasus yang ada, permasalahan HGU yang  bukan lagi rahasia umum bagi masyarakat Lampung adalah Sugar Group Compaines.

Kasus HGU perusahaan yang biasa disebut SGC itu, lanjut Rosim, sangat fenomenal dan belum ada pihak yang dapat menyelesaikannya. Hal ini disebabkan oleh kekuatan yang tidak terjamak oleh kasat mata. Sehingga masyarakat merasa pesimis, Permasalahan tersebut tidak akan kunjung usai.

Baca Juga:  SGC Terus Cemari Lingkungan, Legislatif Dorong Pemkab Tindak Tegas

“Tidak hanya dilontarkan Presiden Jokowi saat pidato Kebangsaan Konvensi Rakyat saja. Tapi saat debat capres putaran ke II pun sama. Dengan demikian, presiden selaku kepala negara ini serius bukan main-main. Keseriusan Presiden Jokowi  itu dalam menangani permasalahan HGU adalah babak baru bagi penuntasan silang sengkarut kacaunya pemasalahan HGU SGC. Bagimana tidak ? Salah satu HGU yang sangat fenomenal bahkan bisa disebut sangat fantastis adalah HGU SGC (Sugar Grup Compaines) kenapa demikian karena SGC adalah perusahaan gula di Lampung yang tidak hanya bisa memproduksi gula tetapi bisa memproduksi gubernur  di Lampung,” jelasnya.

Bahkan adigium di tanah lada ini, kata Rosim, jika ingin menjadi gubernur maka harus ada dalam lingkaran pabrik gula yang bernama SGC. Realitas eksistensi SGC dengan segala kedigjayaannya ini tentu sangat menutup rapat adanya peluang bahkan mungkin hanya untuk sekedar bermimpipun  menjadi sulit bagi masyarakat terdampak HGU SGC untuk mendapatkan keadilan.

“Bagi generasi milenial hari ini, cerita tanah ulayat ribuan hektar nenek moyang hanyalah fiksi. Bayangkan seluas 134 ribu Ha data tertulis lahan SGC dan dinyatakan sebenarnya mencapai lebih dari 200 ribu Ha oleh banyak pihak termasuk didalam yang terbaru adalah wilayah register 47, kemudian tanah milik Astra Ksetra (TNI AU) 124 ribu Ha dan juga kurang lebih 33 ribu Ha lahan bodong SGC yang diatas namakan PT. Mulya Kasih Sejahtera yang ikut dicaplok oleh SGC menjadi bukti betapa tidak bisa dikoreksinya HGU SGC oleh negara ini dengan kata lain, Apalagi hanya sekedar masyarakat adat, aktivis lingkungan, Ornop Agraria, BPN, pemprov dan lain sebagainya,” lapar Rosim.

Baca Juga:  Pantau  Seleksi CPNS Kumham, Ombudsman Sambangi Kanwilkumham Provinsi Lampung

Namun pernyataan presiden sekaligus Capres Jokowi yang ditonton oleh jutaan masyarakat Indonesia, tambah Rosim, menjadi suatu hal yang sangat mustahil bahkan dapat dianggap nonsense dilaksanakan apalagi permasalahan HGU SGC di Lampung.

“Soal HGU SGC di Lampung, Bukan sekedar bicara masalah lahan saja, lebih dari itu. SGC merupakan entitas politik dengan kekuatan super. Perlu digarisbawahi apakah bicara revitalisasikah, itu reforma kah atau tuntutan lain yang selalu saja disampaikan kepada negara ini terkait SGC adalah bullshit. Karena itu kami mahasiswa Fisip Unila yang bagai buih ditengah samudera ini mendukung peryataan Presiden Jokowi dan menuntut kepada negara untuk merealisasikan kepada semua pihak, agar segala permasalahan yang terkait dengan keberadaan SGC di Sang Bumi Ruwa Jurai ini dapat di tuntaskan. Kembalikan tanah ulayat masyarakat adat di Tulang Bawang yang diambil alih oleh SGC dengan cara-cara culas. Kembalikan lahan-lahan SGC yang ber-HGU bodong. Tindakan hukum bagi aparat yang “main mata” dengan SGC,” tegas Rosim.

Baca Juga:  Pol PP Kota Bandar Lampung Ancam Cabut Izin Usaha Hiburan Malam

Berikut pernyataan Presiden Jokowi saat debat Capres putaran kedua II dan pidato Kebangsaan Konvensi Rakyat :

“Pembagian yang tadi saya sudah saya sampaikan hampir 2,6 juta memang agar produktif, dan sekali lagi kita tidak memberikan kepada yang gede-gede” Kalau ada konsesi besar yang ingin dikembalikan ke Negara, saya tunggu…, saya tunggu sekarang dan akan saya bagikan untuk rakyat kecil…!!!”.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top