Daerah

SGC Terus Cemari Lingkungan, Legislatif Dorong Pemkab Tindak Tegas

Protes warga Tulangbawang, terhadap pembakaran lahan oleh PT. SGC/Net

BANDAR LAMPUNG – DPRD Provinsi Lampung tidak membenarkan segala bentuk aktifitas pembakaran tebu oleh PT Sugar Group Company (PT SGC). Pasalnya, kegiatan tersebut membawa dampak buruk bagi warga sekitarnya.

Sekretaris Komisi II DPRD Lampung, Joko Santoso mengungkapkan, pembakaran lahan yang dilakukan PT SGC itu melanggar aturan.

“Artinya ini melanggar aturan. Karena tidak bagus dan merusak lingkungan, ” ujarnya, Jumat (17/8).

Selain itu, aktifitas kegiatan pembakaran tebu oleh PT SGC itu dapat menimbulkan pencemaran yang merugikan masyarakat sekitarnya.

“Ini bisa berdampak pada ketenangan warga, warga bisa menjadi was-was, karena banyak debu pencemaran akibat pembakaran tebu yang menggangu aktifitas warga, ” ungkapnya.

Baca Juga:  Bupati Winarti Kesal Dengan Fitnah yang Mengacaukan Tatanan Program Pembangunan

Untuk itu, Sekretaris Fraksi PAN DPRD Lampung ini mengatakan, pihaknya segara turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi di lapangan.

“Selain itu, komisi II juga akan meminta langsung keterangan dari masyarakat dampak yang diterima akibat pembakaran tebu oleh SGC yang kemudian untuk ditindaklanjuti, ” sambungnya.

Lebih lanjut, Ketua BM PAN Lampung ini mengharapkan pembakaran itu harus dihentikan jika memang merugikan masyarakat.

“Kalau tidak harus ada perubahan terhadap pola-pola yang ramah lingkungan, ” tukasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Lampung, Budi Yuhanda menambahkan, dirinya sangat menyayangkan aktifitas pembakaran tebu oleh PT SGC.

“Harusnya ini tidak terjadi, karena kasihan masyarakat yang menjadi korban setiap tahunnya dari pembakaran itu, ” ungkapnya.

Baca Juga:  Disdikbud Siapkan Relawan Bantu Korban Tsunami di Lamsel

Politisi Partai NasDem Lampung ini menyarankan agar Pemkab Tulagbawang segera memberikan teguran tertulis kepada PT SGC untuk menghentikan kegiatan pembakaran yang merugikan masyarakat itu.

“Kalau dari perusahaan kan tidak mau tahu menahu dampaknya dari pembakaran itu, tapi kita harus pedulikan masyarakat yang terkena dampaknya, makanya kita berharap pemkab tuba segera berikan teguran, agar ada antisipasi untuk kedepannya agar kejadian ini tidak terulang setiap tahunnya, ” jelasnya.

Sebelumnya, Puluhan massa geruduk kantor Pemkab Tulangbawang, Kamis (9/8).

Mereka menuntut Pemkab Tulangbawang mengambil tindakan tegas atas aksi pembakaran tebu oleh perusahaan gula PT Sugar Group Companies (SGC).\

Aksi pembakaran tebu tersebut berdampak menyebarnya debu sisa pembakaran ke rumah-rumah warga di wilayah Menggala dan sekitarnya.

Baca Juga:  15 Satker Belum Lapor Keuangan, APBD Tulangbawang Tahun 2018 Mandek

“Bupati harus menindak aksi pembakaran tebu ini. Setiap hari masyarakat menggala menghisap debu sisa pemkabaran tebu. Rumah kami setiap hari hitam karena debu tebu,” teriak Gunawan, sang orator massa dalam aksi unras didepan kantor Bupati Tulangbawang.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top