Daerah

SGC Cemari Lingkungan dan Kesehatan, Warga : Pemerintah Tutup Mata

Pembakaran lahan tebu/Ilustrasi

MENGGALA  – Pembakaran lahan yang dilakukan oleh PT. SGC (Sugar Group Companies), mendapat protes keras dari warga sekitar. Selain menghasilkan limbah debu yang mencemari lingkungan, polusi udara, dan pencemaran air, juga turut menganggu kesehatan warga.

Ahmad (40), warga Gunung Sakti Menggala, meminta, Pemkab Tulangbawang mengambil langkah serta sikap tegas terkait adanya pembakaran lahan tebu yang dilakukan oleh SGC sewaktu panen.

Kata Ahmad, limbah debu hasil pembakaran tersebut telah menggangu kesehatan warga, khusunya di pemukiman Kecamatan Menggala, Gedung Meneng, Dente Teladas, dan beberapa kecamatan lainnya.

“Setiap musim tebang tebu SGC memakai sitem dibakar pada malam hari, akibatnya limbah atau debu-debu hitam hasil pembakaran tebu yang diterbangkan angin telah mencemari lingkungan. Jangankan rumah atau tempat tidur, bahkan sumur hingga makanan juga tercemar oleh limbah debu,” keluh Ahmad, Minggu (5/8).

Baca Juga:  Tim Gabungan PPNS, KPK, dan Kepolisian Segel Kegiatan Reklamasi Pantai Tanpa Izin di Pesawaran

Akibat ulah SGC tersebut, sambung dia, warga masyarakat dibeberapa kecamatan mengalami sesak nafas dan gangguan kesehatan. Karena setiap hari menghirup udara dan mengkonsumsi air sumur yang telah tercemar oleh limbah debu.

“Gimana mau sehat, setiap malam kami tidur dengan limbah debu. Pagi hari kami mandi, minum dengan air sumur yang memang juga telah tercemar. Astagfirullahaladzim, ini harus dihentikan kasian dengan warga. Sayang walaupun kejadian ini terjadi setiap tahun, nyatanya pemerintah terkesan takut dengan pihak perusahaan, lihat saja cuma bisa bengong, diam tidak berbuat apa-apa padahal itu untuk kepentingan warga,” sesalnya.

Hal serupa juga diungkapkan Sarfani (55), warga Kampung Bakung, Kecamatan Gedung Meneng, yang meminta pemerintah maupun pihak DPRD Tulangbawang, secepatnya melakukan penekanan agar kegiatan pembakaran tebu dihentikan oleh SGC.

Baca Juga:  Kepala Desa di Pesawaran Bermasalah dengan Pajak Pengelolaan Dana Desa

Selain bertanggung jawab terhadap warga, SGC juga harus mempertanggungjawabkan kelakuan mereka terhadap negara dan hukum.

“Pemkab dan DPRD mempunyai kekuatan dan wewenang untuk menghentikan pembakaran tebu SGC, karena menganggu kesehatan warga. Bahkan bisa menyeret SGC ke ranah hukum, karena telah melakukan pencemaran lingkungan. Dan saat ini kementerian lingkungan sedang getol menggalakan masyarakat sadar lingkungan, tapi SGC mencemari lingkungan, artinya SGC telah berani melawan pemerintah,” tukasnya.

Sampai berita ini diturunkan pihak SGC belum dapat di mintai konfirmasi terkait adanya pembakaran lahan tebu yang menyebabkan pencemaran.(MR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top