Iklan
Bandar Lampung

Serikat Buruh Kembali Berunjuk Rasa

BANDAR LAMPUNG – Serikat Buruh Karya Utama (SBKU) Sumber Batu Berkah (SBB) menggelar aksi di pemerintah provinsi (Pemprov) Lampung pada Senin (21/1). Aksi ini merupakan lanjutan sejak dimulainya mogok kerja selama 18 hari. Karena belum menemui kata sepakat antara PT Sumber Batu Berkah dan pekerja yang di PHK.

“Hal ini terbukti dengan bersikukuhnya perusahaan pemberi kerja saat melaksanakan beberapa mediasi bipartid yang di hadiri pengurus SBKU SBB yg tidak menemui kesepakatan (deadlock). Selain itu dilakukannya tripartid yang di fasilitasi oleh disnakertrans provinsi lampung dan disnakertrans kabupaten Lampung Selatan, hasilnya pun tetap sama perusahaan tidak mengakomodir apa yang sudah menjadi perspektif pekerja (deadlock),”kata Koordinator Federasi Serikat Buruh Karya Utama Konfederasi Serikat Nasional Wilayah Lampung, Agus Nur Yusuf, Senin (21/1).

Sebelum adanya PHK, telah ada kesepakatan yang menyatakan bahwa pekerja bersedia upah lemburnya di tahun 2019 dibayarkan. Tetapi, ia menyayangkan tidak sesuai dengan perhitungan Undang-undang Ketenagakerjaan dan catatan tidak ada pengurangan pekerja sebagai jalan tengah yang adil atas permasalahan.

Baca Juga:  20 Pejabat Struktural Esselon II Pemprov Lampung di Rolling

“Perusahaan tidak menghormati hal tersebut alias ingkar dengan kondisi demikian. artinya perusahaan tidak lagi mengedepankan penyelesaian secara musyawarah dan mengangkangi hak pekerja,”tegasnya.

Selain itu masih minimnya pula jaminan perlindungan hak Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang diberikan perusahaan terhadap pekerjanya. Tidak sedikit pekerja harus bekerja mengoperasikan alat berat, kendaraan dalam keadaan tidak baik di lokasi tambang (rem blong) bahkan Alat Pelindung Diri ( APD) yang dijanjikan akan didistribusikan sejak tahun lalu namun hingga saat ini juga belum diberikan.

“Ini yang menjadi dasar sekitar 65 Pekerja PT. SBB Melakukan aksi mogok kerja sejak tanggal 9 Januari 2019. Namun lagi-lagi perusahaan tetap melakukan tindakan arogannya membalas aksi mogok kerja pekerianya dengan mengeluarkan Surat Peringatan bahkan menjurus ke tindakan Pemutusan Hubungan Kerja,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kepala BNN RI Heru Winarko Minta Program Anti Narkoba Masuk ke Desa

Padahal mogok kerja yang yang dilakukan pekerjanya yang tergabung dalam SBKU SBB telah dilakukan secara sah dan memenuhi semua unsur Undang-Undang Ketenagakerjaan sehingga sesuai dengan pasal 144 UU Ketenagakerjaan.

Dalam UU itu menyebutkan bahwa pengusaha dilarang mengganti pekerja atau buruh yang mogok kerja dari luar perusahaan. Kedua,  memberikan sanksi atau tindakan balasan dalam bentuk apapun kepada pekerja/buruh dan pengurus serikat pekerja serikat buruh selama sesudah melakukan mogok kerja.

Oleh karena itu, berdasarkan hal tersebut, maka Federasi Serikat Buruh Karya Utama- Konfederasi Serikat Nasional (FSBKU-KSN) mendesak Pemerintaha Provinsi Lampung baik eksekutif legislatif maupun dinas terkait agar bersikap tegas kepada PT Sumber Batu Berkah.

“Kami juga menuntut  PHK sepihak.Kedua, pekerjakan Kembali 5 Pekerja yang di PHK Sepihak (Jeky Modelo Barus. M. .jahri. Ribut Apriansyah, Junaidi A, Dadan Masdan) di PT. Sumber Batu Berkah. Ketiga,  Jalankan Nota Anjuran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lampung Selatan No 568/257/1V.07/XLU2018 tanggal 12 Desember 2018. Pekerjakan Kembali Hermansyah di PT Sumber Batu Berkah. Keempat,  Lawan segala bentuk pemberangusan Serikat Pekerja/ Serikat Buruh (Union Busting) dan berikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bagi pekerja,” pungkasnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top