Peristiwa

Selamat Jalan, Ferdinand Sampurna Jaya

Dokter Ferdinand Sampurna Jaya, anggota DPR RI dapil Lampung I PAW Frans Agung Moela Putra asal Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)/LS

BANDAR LAMPUNG – Tengah bersama Pemred Fajar Sumatera, Deni Kurniawan, beserta kru, menyaksikan live streaming Bincang Spesial FSTV “Bravo 5 Lampung Mengawal Pilpres 2019” di Studio Kopi, Jalan Kenanga 9, Rawalaut, Bandar Lampung, Jumat (15/2/2019) sore, kabar duka itu hadir.

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rajiun. Lagi, Lampung kembali kehilangan salah satu putra terbaik.

Dokter Ferdinand Sampurna Jaya, anggota DPR RI dapil Lampung I PAW Frans Agung Moela Putra asal Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), meninggal dunia hari ini sekira pukul 15.25 WIB, di RS Medistra, Jakarta.

Demi mendengarnya, Ketua Bravo 5 Lampung Dr Andi Desfiandi MA, didampingi sekretaris Mustopa Endi Saputra Hasibuan SE MM MH, bendahara Ary Meizari Alfian MBA dan wakil bendahara Rusli Taslim, sesaat usai acara sempat saling tertegun.

Baca Juga:  ACT Lampung Terjunkan Tim Emergency Responce Banjir Pekon Umbar Tanggamus

“Bang Inand meninggal,” ujar Andi Desfiandi, datar.

Lamat-lamat, pengumuman kabar duka di salah satu masjid dekat kediaman almarhum, terdengar pula dari Studio Kopi petang tadi.

“Kami keluarga besar, mohon keridho’an dan keikhlasan Bapak/Ibu untuk mema’afkan almarhum bila ada salah dan alpa semasa hidupnya. Mohon keikhlasan juga untuk membaca Alfatihah untuk almarhum. Aamiin. Tks. Wassalam,” petikan pesan berantai Sholihin Syam, wakil keluarga almarhum, di berbagai jejaring grup private messenger WhatsApp.

Caleg DPR partai besutan Wiranto ini diketahui punya rekam medik penyakit liver. Akhirnya Tuhan memanggil ia, setelah sempat dikabarkan koma di salah satu RS Singapura.

Bang Inand, sapaan mantan ketua DPD Partai Hanura Lampung 2006-2010 kelahiran Bandarlampung, 11 Februari 1961 itu pernah berkiprah di parpol bentukan mendiang KH Zainudin MZ, Partai Bintang Reformasi (PBR).

Baca Juga:  Selamat Jalan "Docik", Takzim Buat Yusril Hakim

Empat tahun, tepat kurun 2002-2006, Ketua Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Aspekindo) Lampung periode yang sama, berjuang bersama sejawatnya Gunadi Ibrahim (kini ketua Gerindra Lampung), dipercaya wakil bendahara PBR Lampung.

Suami Yusronida Suralaga itu dikenal pengusaha SPBU dan migas. Bisnisnya menggurita. Bahkan, perusahaan Malaysia, Petronas, pernah memercayai mantan sekretaris Hiswana Migas Lampung 2004-2010 tersebut sebagai mitra strategis.

Pernah juga menjabat Wakil Ketua Partai MKGR Lampung 1999-2002, karir politik Ferdinand cespleng saat menahkodai Partai Hanura, yang embrionik sejak berbentuk ormas, Perhimpunan Kebangsaan (PK).

Dia tercatat anggota DPR 2009-2014. Sandang status yang sama, kini, menggantikan sisa waktu pengabdian Frans Agung, masa bakti 2014-2019.

Sejumlah kolega, berbelasungkawa. Ketua DPD Partai Hanura Lampung Benny Uzer didampingi sekretaris Sofyan Indra Cahya mengajak seluruh pengurus DPC se-Lampung melawat ke rumah duka.

Baca Juga:  Polresta Bandar Lampung Waspada Teror Bom

Jumat petang, ucapan dukacita tak kurang disampaikan antara lain oleh anggota DPD Andi Surya, ketua PRD Lampung Ahmad Muslimin, Ketua Almisbat Lampung Resmen Kadapi, sekretaris KNPI Lampung Selatan Dedi Rohman, relawan digital Bravo 5 Deni Haddad, dan ketua Badan Pekerja CeDPPIS Muzzamil.

“Semoga beliau husnul hotimah, keluarga yang ditinggalkan mendapat kesabaran dan keikhlasan berlimpah hidayah, barokah, rahmah, anugerah serta karunia terindah-Nya,” ucap Ketua PRD Lampung Ahmad Muslimin pukul 17.00 WIB.

Selamat jalan, Ferdinand. Redaksi turut kehilangan. Beristirahatlah dalam pelukan Tuhan. Tabik.(LS/MZl)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top