Daerah

Selama Januari, Kasus DBD di Lambar Sudah Mencapai 6 Kasus

Pencegahan penyakit DBD di Lampung Barat/FEB

LAMPUNG BARAT – Memasuki musim penghujan pada awal tahun 2020 ini, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lampung Barat sampai dengan bulan Januari 2020 ini sudah mencapai 6 (enam) kasus.

DBD merupakan wabah penyakit musiman yang bisa berujung kematian. Salah satu tindakan pencegahan untuk DBD adalah gerakan PSN (Pemberantas Sarang Nyamuk) 3M Plus.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Lampung Barat, Paijo, melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menular, Ari Sunarto, saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa kasus DBD di Kabupaten Lampung Barat sudah cukup banyak.

Pada awal tahun 2020 ini, di Kabupaten Lampung Barat akan memasuki siklus 5 (lima) tahunan DBD, dimana pada tahun ini akan mengalami peningkatan kasus DBD.

Baca Juga:  Pemkab Lambar Bakal Perluas Perda Kawasan Tanpa Rokok

“Ini didukung oleh curah hujan yang tinggi dan juga bertepatan dengan berakhirnya musim liburan anak sekolah dimna banyaknya warga Lampung barat yang baru selesai bepergian kemungkinan dari daerah-daerah yang memiliki kasus DBD,” terangnya.

Selanjunya dalam pencegahan penyakit DBD ini ada 5 (lima) poin yang dapat dilakukan, yaitu :

  1. Masyarakat melakukan kegiatan pemeriksaaan jentik nyamuk di lingkungan rumah masing-masing seperti bak penampungan air, wadah penampungan dispenser, penampungan air dibelakang kulkas dan sebagainya.
  2. Melakukan kegiatan pemberantas sarang nyamuk (PSN) secara kolektif dan teratur maksimal 3 Minggu sekali dilingkungan, perkantoran, sekolah, rumah ibadah, dan lain-lain.
  3. Melakukan kegiatan pencegahan Demam Berdarah Dengue dengan gerakan 3 M plus, yaitu, M 1 = Menguras tempat penampungan air, M 2 = Menutup tempat penampungan air, M 3 = Mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air, Plus = Menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk dan menggunakan kelambu serta menggunakan lotion anti nyamuk.
  4. Menaburkan bubuk abate/larva sida pada tempat-tempat penampungan air atau memelihara ikan predator jentik nyamuk seperti ikan mujair, ikan nila atau ikan kepala timah.
  5. Melaporkan ke UPT. Puskesmas setempat jika mendapatkan informasi sebagai berikut, ada anggota masyarakat yang mengalami demam tinggi selama 3 hari atau lebih disertai nyeri kepala, sendi dan seluruh tubuh disertai adanya pendarahan (mimisan dan gusi berdarah), mengalami demam setelah bepergian dari tempat yang memiliki kasus penyakit DBD tinggi, dan mendapatkan informasi jika ada anggota masyarakat yang menderita DBD dan tidak terlaporkan di UPT Puskesmas.(FEB)
Baca Juga:  IWO Lambar Tak Ada Kaitan Dalam Alokasi ADD
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top