Daerah

Selalu Ditindas, Ribuan Warga Tuba Bakal Ambil Paksa Lahan PT SGC

Warga dari 4 kecamatan di Tulangbawang, menggandeng Advokasi Rakyat Untuk Nusantara untuk menyelesaikan sengketa lahan PT SGC/MRN

MENGGALA – Ribuan masyarakat yang tergabung dari empat kecamatan yakni Kecamatan Menggala, Gedung Meneng, Dente Teladas dan Kecamatan Gedung Aji, Tulangbawang, mengancam akan menduduki lahan tanah seluas 20 hektare, yang diduga kuat telah diambil atau dikuasai oleh PT SGC (Sugar Group Companies) pada awal bulan Oktober mendatang.

Tidak tangung-tangung, dari hasil musyawarah, ribuan masyarakat yang tergabung dari empat kecamatan tersebut, menyatakan sudah siap untuk mati demi mengambil hak lahan tanah yang telah di kuasai oleh PT SGC Tulangbawang.

Ketua tim atau perwakilan masyarakat dari empat kecamatan, Sukri Bakau, mengatakan, jika saat ini masyarakat di Tulangbawang, sudah gerah dan marah terhadap PT SGC yang di anggap sudah semena-mena.

PT SGC Tulangbawang, sejak tahun 1990 lalu hingga tahun 2019 ini, ikut menghancurkan masyarakat dengan memberikan hujan debu dari pembakaran tebu PT SGC setiap hari.

Baca Juga:  Sejumlah Tender Proyek di Tulangbawang Gagal

“Akan tetapi juga tanah ulayat dan tanah umbul kami juga diambil paksa dan dikuasi oleh PT SGC dengan semaunya. Padahal seluas 20 hektare lahan tanah yang saat ini menjadi ladang tebu itu jelas mutlak tanah kami, karena surat administrasinya jelas milik masyarakat bukan PT SGC,” tegas Sukri Bakau, Rabu (18/9).

Sejak dari puluhan tahun lalu, pihaknya bersama dengan masyarakat dari empat kecamatan tersebut sudah mencoba meminta bantuan atau pertolongan dari Bupati Tulangbawang maupun DPRD. Namun, hingga saat ini masih belum juga ada hasil yang jelas. Bahkan, pemerintah terkesan membela PT SGC.

“Jadi kami sudah lelah dan murka dengan semua pihak, kami hanya di khinati saja, karena hingga saat ini PT SGC semakin tahun semakin merajalela terhadap kami masyarakat di Tulangbawang,” terangnya.

Oleh karena itu sebagai langkah terkahir, pihaknya telah menggandeng Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) dari Jakarta, untuk membantu masyarakat di empat kecamatan tersebut.

“Kalau sampai akhir bulan September 2019 ini belum juga ada hasil atau tidak ada titik terang dari ARUN untuk membantu kami, maka lahan PT SGC akan kami duduki, bahkan akan langusng kami ganti dengan tanaman jagung dan padi biar hilang tebu di PT SGC,” tegasnya.

Baca Juga:  Kampung Bedarow Indah Jadi Target TMMD 2019

Seluruh masyarakat juga sudah siap mati dan siap melawan aturan hukum guna mengambil kembali hak lahan tanah seluas 20 hektare yang mana telah di ambil atau di kuasai oleh PT SGC selama lebih dari 20 tahun ini.

“Karena ini sudah waktunya kami bergerak melawan PT SGC Tulangbawang, sebab kalau kami tidak lawan maka PT SGC akan semaunya saja kepada kami. Selain kami asli penduduk Tulangbawang, juga lahan tanah tersebut asli hak milik kami, bukan PT SGC. Jadi dengan cara kami melawan aturan hukum ini mudah-mudahan PT SGC bisa pergi dari Tulangbawang,” janjinya.

Sementara itu, Sekretaris DPP ARUN Jakarta, Fernando, menambahkan, pihaknya menjamin dan optimis di awal bulan Oktober akan tuntas.

Baca Juga:  Komisi IV DPRD Pesawaran : Copot Kepsek SDN 8 Negeri Katon

Selain masalah di register 45 Mesuji yang dinilai sangat rumit akan masalah tanah saja dapat dengan cepat di selesaikan oleh pihak ARUN tanpa melalui proses melawan hukum.

“Apalagi masalah PT SGC Tulangbawang dengan masyarakat di empat kecamatan yang memang sudah jelas milik masyarakat. Ditambah lagi tanpa saya sebutkan nama sudah ada sinyal atau orang dari pihak perusahaan yang siap menyelesaikan masalah ini di awal bulan OktobernNanti dengan kami. Maka dari itu batas waktu dari masyarakat kepada kami ARUN kami sanggup mudahan semua lancar,” pungkasnya.(MRN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top