Modus

Selain Suruhan Parpol, Pelaku Kampanye Hitam Terima Uang 6 Juta

Sidang kasus kampanye hitam, di di Pengadilan Negeri Sukadana, Lampung Timur/NN

LAMPUNG TIMUR – Joni Fadli, yang dihadirkan sebagai saksi fakta oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan kedua mengaku memberikan uang sebesar Rp6 juta kepada Isnan Cs, terduga penyebar kampanye hitam menjelekan paslon nomor urut 1.

“Saya berikan uang tersebut sebagai dana oprasional penyebaran,” kata dia, dalam kesaksiannya di Pengadilan Negeri Sukadana, Lampung Timur, Kamis (7/6).

Menurutnya, uang yang diberikan kepada Isnan dari hasil bekerja.

“Uang itu dari kantong saya pribadi,” ungkapnya.

Saat Majelis Hakim menanyakan pekenalannya dengan Isnan sudah berapa lama. Dari pengakuannya Joni mengenal Isnan sudah enam tahun.

Baca Juga:  Perempuan Demokrat Republik Indonesia Wilayah Lampung, Bantu Korban Banjir di Lampung Timur

“Saya kenal dia, karena sebagai aktivis, makanya saya meminta Isnan untuk menyebarkan selebaran tersebut,” jelasnya.

Selain itu, Majelis Hakim menanyakan apakah dirinya menerima uang dari Jimi.

“Saya tidak terima apapun dari Jimi selain selebaran itu,” ungkapnya.

Sebelumnya, tiga orang yang ditangkap Polsek Mataram Baru, Lampung Timur yakni Isnan Subkhi, Riandes Priantara dan Framdika Firmanda diduga sebagai suruhan orang dari satu partai.

Hal itu diungkapkan oleh Kanit Intel Polsek Mataram Baru Doni, usai memberikan keterangan pada sidang perdana kasus black campaign di Pengadilan Negeri, Sukadana, Lampung Timur.

“Ya saya tahu,” katanya, kemarin.

Dia menjelaskan dugaan tersebut diketahui saat dirinya melakukan pemeriksaan di salah satu ponsel milik terdakwa.

Baca Juga:  Diduga Mesum, Oknum BPJS Terancam di Pecat

“Dari ponsel itu ada yang nyuruh, dan yang nyuruh itu dari orang partai,” ujarnya.

Diketahui, Isnan Cs ditangkap tangan setelah melakukan penyebaran selebaran yang berisi ujaran kebencian terhadap pasangan calon gubernur nomor urut satu di Pasar Sumber Sari, Mataram baru, Lampung Timur, Senin (7/5) lalu.(NN)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top