Iklan
Bandar Lampung

Selain Gula SGC Juga Memproduksi Kepala Daerah

Perwakilan mahasiswa, saat beraudiensi dengan Komisi II DPRD Lampung, perihal lahan HGU PT. SGC/Suluh

BANDAR LAMPUNG – HGU perkebunan di Provinsi Lampung masih menyisakan konflik di masyarakat, salah satunya adalah HGU Sugar Group Companies (SGC) dengan anak perusahaannya.

Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan, ada beberapa data yang diperoleh dari konflik perkebunan pembebasan tanah untuk perkebunan tebu dan pabrik gula PT. Sweet Indo Lampung (sekarang telah menjadi Sugar Group Companies)

Lahan itu terdiri dari 4 PT sesuai dengan izin lokasi ±134.000 ha termasuk ±28.000 Ha tanah hutan kawasan Register 47. Permasalahan luas lahan HGU PT. SGC banyak menimbulkan kontroversinya, ketidak jelasan lahan HGU PT. SGC bisa

Baca Juga:  Gubernur Arinal Paparkan 6 Misi "Rakyat Lampung Berjaya" dan 33 Janji Kerja Program Prioritas

Perwakilan mahasiswa fakultas ilmu sosial politik dan pemerintahan (Fisipol), Universitas Lampung (Unila), Rosim Nyerupa, usai beraudiensi dengan Komisi II DPRD Lampung, mengatakan, selain dampak sosial ekonomi, SGC juga berdampak terhadap realitas politik lokal.

Kata Rosim, perusahaan itu (SGC) tidak hanya memproduksi gula tapi juga memproduksi kepala daerah

“Bagi generasi milenial Lampung, jangan pernah berharap dan bercita-cita jadi gubernur atau kepala daerah di Lampung. Sebab paradigma yang terbangun dibenak kita bahwa jika tidak berada dan punya hubungan dekat dengan SGC maka tidak akan terwujud,” tegas Rosim, Senin (4/3).

Untuk itu, lanjut Rosim, masih ada optimisme bagi masyarakat Lampung, Mahasiswa FISIP Unila yang bagai buih ditengah samudera ini mendukung peryataan Presiden Jokowi dan menuntut kepada negara untuk merealisasikan kepada semua pihak, agar segala permasalahan yang terkait dengan keberadaan SGC di Sang Bumi Ruwa Jurai ini dapat di tuntaskan.

Baca Juga:  Gubernur Ridho Setujui Pembangunan Rumah Bersubsidi di Kota Baru untuk 4.291 PNS

“Sampai dimanapun kami dukung. Tidak hanya menunggu, Kami jemput ukurannya kalau memang negara serius. Kembalikan tanah ulayat masyarakat adat di Tulang Bawang yang diambil alih oleh SGC dengan cara-cara culas. Kembalikan lahan-lahan SGC yang Ber-HGU bodong; Tindakan hukum bagi aparat yang “main mata” dengan SGC,” tegas Rosim.

Saat ditanya langkah apa lagi kedepan menyambut keseriusan presiden Jokowi,  Rosim mengatakan bahwa pihaknya akan mendatangi Kantor Gubernur Lampung Rabu (6/3) mendatang untuk aksi yang sama.

“Selain masyarakat, pemerintah daerah, eksekutif dan legislatif harus terlibat. Alhamdulillah wakil rakyat (DPRD) sudah menerima kami dengan baik dan bangga terhadap kepekaan mahasiswa,” tandasnya.(DD/LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top