Daerah

Sektor PBB-P2 Sumbang Pemasukan PAD Tulangbawang

Monitoring dan Evaluasi (MONEV) PBB-P2 Kabupaten Tulangbawang/MR/Suluh

MENGGALA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang, melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), mengaku jika Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor Pajak Bumi Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBB-P2) pada triwulan akhir diperkirakan telah masuk sekitar 70%.

Bupati Tulangbawang, melalui Kepala Bapenda, Ria Kholdi, menjelaskan jika dari 11 pajak daerah yang dikelola oleh pihaknya sektor PBB-P2 pada ditargetkan sebesar Rp6.12.000.000, tahun anggaran 2018.

“Alhamdulillah terhitung awal november ini dari target Rp6,12.000.000, telah masuk sebesar Rp4.200.000, atau sekitar 70%. Insya Allah, pertenggahan Desember target akan tercapai, karena capaian bulan November-Desember sepenuhnya diakumulatif,” kata Ria, saat melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) PBB-P2, Rabu (21/11)

Baca Juga:  Kehadiran MUI, Gannas Annar, dan Dai Kamtibmas, Tekan Peredaran Narkoba di Pesawaran

“Artinya, kita masih punya waktu dua bulan ke depan untuk mengejar target. Semua kecamatan belum menyetorkan PBB-P2  100%, seperti di Kecamatan Menggala dari target Rp244.684.135, terealisasi Rp152.887.328. Sementara Kecamatan Menggala Timur target Rp238.961.337,7, masuk Rp120.778.000,” ungkapnya lagi.

Dijelaskan Ria, terkait dengan kegiatan Monev, merupakan sebuah terobosan khusus mendongkrak PAD sektor PBB-P2 ,serta sinkronisasi data antara Bapenda, kecamatan dengan Kampung.

Sebab lanjut Ria, sejak adanya pelimpahan kewenangan penarikan PBB-P2 dari KPP Pratama kepada Pemkab Tulangbawang, diketahui ada tunggakan atau piutang PBB-P2 yang belum terbayarkan oleh 151 kampung kelurahan 15 kecamatan.

Selain itu sambung Ria, tujuan dilaksanakanya Monev agar antara kampung, kecamatan dan Bapenda dan pihak Bank Pembangunan Daerah (BPD), mempunyai data valid. Mulai dari jumlah wajib pajak, tunggakan/piutang yang telah terbayar maupun yang belum membayar.

Baca Juga:  Usai Libur Lebaran Pemkab Tulangbawang Monitoring ASN

Untuk itu Ria menghimbau agar kiranya seluruh masyarakat Tulangbawang, dapat turut serta membantu melaksanakan berbagai program pembangunan daerah dengan taat membayar PBB-P2.

“Piutang PBB-P2 merupakan kewajiban yang harus dilunasi oleh seluruh kampung, karena jika tidak akan berdampak macetnya siltap atau isentif aparatur kampung dan pembangunan. Karena pajak adalah jantung pembangunan, jika kita ingin maju maka harus taat pajak, mari bersama kita tingkatkan pembangunan di Tulangbawang, dengan turut dan taat membayar PBB-P2,” tukasnya.(MR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top