Panggung

Sekerat Daging Qurban untuk Pemulung Bakung

Puluhan anak-anak dari keluarga pemulung di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Bakung, asik menyantap sate kambing/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Puluhan anak-anak dari keluarga pemulung di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Bakung berlarian menghampiri relawan Global Qurban-ACT Lampung, kemarin.

Mereka berebut kesempatan pertama untuk menyantap sate kambing yang sudah disiapkan relawan.

Potongan daging kambing hangat dibaluri kecap manis langsung dikunyahnya. Sembari tak henti tersenyum, mereka menelan daging yang sudah lumat itu.

“Alhamdulillah hari ini kami menikmati sate kambing yang enak banget. Kami sudah lama tidak makan daging sapi atau kambing. Biasanya kami makan daging ayam bekas buangan orang-orang. Nggak pakai dicuci-cuci pokoknya langsung kami makan,” ucap Yupita, salah satu pemulung.

Baca Juga:  Herman HN Alihkan Kepengurusan PTSL ke Lurah, Warga Kesal Dengan Pungutan RT

Kisah ini sangat membekas dibenak para relawan. Pemulung bakung sudah terbiasa  mengkonsumsi makanan hasil buangan dari masyarakat Kota Bandar Lampung.

Potongan ayam, sayur dan sambal disantap tanpa melalui proses pencucian maupun penggorengan ulang.

“Iya mereka nemuin makanan terbungkus plastik campur sampah lain langsung dimakan. Kalau sempat aja digoreng lagi,” ucap relawan Siti Jumiah menirukan penuturan para pemulung.

Menurut Siti di Hari Raya Idul Adha tahun ini Global Qurban – ACT Lampung beriktiar untuk mengantar daging qurban terbaik untuk keluarga pemulung di Bakung. Untuk itu dirinya mengajak masyarakat Lampung untuk berqurban melalui Global Qurban dengan harga 1,6 juta per ekor Kambing.

Baca Juga:  Group Band Tipe-X Hipnotis Ribuan X-Friends Pringsewu

Pequrban bisa langsung transfer ke ke rekening BNI Syariah 888 0000 372 an Global Qurban. Kemudian konfirmasi ke 081367331090.

“Ramadan kemarin kami sudah berbagi ratusan paket pangan untuk anak-anak disana, Idul Adha nanti kami beriktiar mengirim daging qurban sebanyak mungkin,” tutupnya.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top