Iklan
Daerah

Sejumlah Tender Proyek di Tulangbawang Gagal

Bupati Tulangbawang Winarti/MR

MENGGALA – Bupati Tulangbawang Winarti, menilai jika pihak rekanan di Kabupaten Tulangbawang dianggap belum siap untuk mengikuti proses lelang pengadaan barang dan jasa secara elektronik.

Akibatnya sejumlah tender pengadaan barang dan jasa bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2019 yang di lelang secara elektronik batal dilaksanakan.

Bupati Winarti mengatakan, jika di dalam tahun ini, dirinya menyayangkan lantaran banyaknya program pembangunan yang sudah di anggarkan dan siap dikerjakan. Namun terpaksa harus di batalkan.

Seperti proyek proyek pembangunan yang bersumber dari anggaran DAK pemerintah pusat hampir total seluruhnya dipulangkan dan di embalikan kembali ke pusat.

“DAK kita tahun ini gagal tidak ada yang bisa dikerjakan, apalagi DAK kesehatan rehabilitasi maupun bangun Puskesmas juga gagal. Semua anggaranya kembali pulang ke pusat mau gimana lagi proses lelang mendapat banyak hambatan dan kendala. Mulai dari server hingga rekanan, sehingga pembangunan batal dilaksanakan,” papar Winarti, Kamis (25/7).

Baca Juga:  KPK Periksa 50 Orang Saksi Kasus Mesuji, Terungkap CV Putra Sejahtera Ternyata Pinjaman

Menurut Winarti, sistem lelang yang digunakan atau diterapkan di tahun ini secara elektronik oleh Pemkab Tulangbawang sangat rumit. Sehingga pihak rekanan enggan untuk mengikuti seluruh proses lelang.

padahal jelas Winarti, lelang elektronik sangat terbuka dan transparan dan siapapun yang memiliki badan hukum bisa turut serta dalam proses lelang pengadaan barang dan jasa.

Namun, hingga batas yang telah ditentukan tidak ada satupun pihak rekanan atau perusahan di Tulangbawang yang berani melakukan penawaran.

“Akibatnya gagal, tapi saya tidak salahkan siapapun karena itu tidak penting, dan semua sudah berupaya semaksimal mungkin tetapi hasilnya begini,yang jelas semuanya akan terus kita benahi,” ujarnya.

Salah satu pembenahan yang telah dilakukan atas saran KPK dan LKPP, pemkab telah menjalin agensi dengan LPSE Provinsi Lampung untuk seluruh proses lelang pengadaan barang dan jasa.

Baca Juga:  Langkah PKS Tetap Dukung Mustafa Tidak Mendidik

“Semua kita pakai LPSE provinsi tapi pelaksana atau POKJA tetap aparatur Tulangbawang. Intinya kita hanya pakai LPSE-nya saja. Insya Allah, kedepan semuanya bisa terlaksana dengan baik, karena jika masih saja bermasalah Tulangbawang tidak ada pembangunan,” tukas Winarti.

Dari data yang ada, DAK fisik Dinas Kesehatan Tulangbawang tahun anggaran 2019, sebesar Rp4,100,000,000, untuk tiga paket kegiatan, yakni renovasi Puskesmas Penawar Jaya Rp1,100.000.000.

Puskesmas Gedung Aji Rp500,000.000, kemudian Puskesmas Gedung Karya Jitu sebesar Rp2 miliar, tidak bisa dicairkan akibat proses lelang gagal.

Sementara yang lolos hanya paket Instalasi air limbah Puskesmas Sidoarjo senilai Rp400 juta.(MR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top