Daerah

Sejarah SD Sebomenggalan, Sekolah Prestasi yang Digusur Hotel

SDN Sebomenngalan/MAS

Suluh.co – Polemik penggusuran SDN Sebomenngalan semakin mencuat, banyak pihak dari wali murid maupun alumni angkat bicara.

Sugengriyadi Widodo, anggota komite dan juga alumni Sekolah Dasar Negeri Sebomenggalan menceritakan bahwa, SD didirikan pada tahun 1969 dengan luas bangunan 1378 m².

Sekolah yang beralamatkan di Jalan Kolonel Sugiono No. 64 Purworejo ini merupakan SD Induk “Gugus Ahmad Yani” dengan 7 SD Imbas, yaitu; SDN Kepatihan, SDN Maria, SDN Mranti 1, SDN Mranti 2, SDN Paduroso, SDN Mudal dan SDN Penabur.

“Keberadaan sekolah sangat strategis di tengah kota Purworejo membuat SDN Sebomenggalan dapat dijangkau dengan mudah. Meski demikian, pencemaran lingkungan perkotaan yang kerap kali menjadi masalah dapat diminimalisir dengan mengusahakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan indah. Dengan demikian, siswa-siswi SDN Sebomenggalan akan merasa nyaman dalam mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan senang untuk berada di lingkungan sekolah yang asri,” ucapnya, Rabu (17/11).

Baca Juga:  Titi Prabandari Kembali Jabat Ketua Harpi Melati Puworejo

Lanjutnya, pada tahun ajaran 2015/ 2016 jumlah siswa SDN Sebomenggalan mencapai 198 siswa. Adapun tenaga pengajar di SDN Sebomenggalan adalah 7 (tujuh) Guru PNS, 4 (empat) Wiyata Bakti dan 1 Penjaga Sekolah.

Selain guru, siswa dan penjaga sekolah, usaha Pelestarian Lingkungan Hidup di SDN Sebomenggalan juga sangat didukung oleh Komite Sekolah dan paguyuban masing-masing kelas.

Sebagai Sekolah Adiwiyata SDN Sebomenggalan telah menerapkan Kurikulum berbasis lingkungan, dengan mengintegrasikan Budaya Lingkungan pada beberapa mata pelajaran dan pemberian mata pelajaran tambahan Mulok Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) SDN

“Sebomenggalan juga tengah mengupayakan pengelolaan sarana pendukung pendidikan yang ramah lingkungan sehingga aman dan nyaman digunakan,” jelasnya.

Sugengriyadi Widodo menyayangkan, adanya rencana pembangunan hotel yang mendadak dan mengorbankan pendidikan.

Baca Juga:  Raden Adipati Surya : Pemuda Harus Memiliki Karakter Moral dan Kinerja

“Kami kecewa, kenapa harus mengorbankan Pendidikan anak-anak yang jelas-jelas itu lebih penting ketimbang pembangunan yang kami anggap mendadak,” ungkapnya

Pihaknya berharap, pemerintah membuatkan tempat yang layak terlebih dahulu untuk anak-anak sebelum dipindahkan, rencana penggabungan dengan SD Kepatihan juga dianggap akan menggangu kualitas dan kuantitas pembelajaran yang sudah ada.

Reporter : Mahestya Andi Sanjaya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top