Iklan
Modus

Sejak Februari Mustafa Sudah Jadi Incaran KPK

Bupati Lampung Tengah (non aktif), yang juga cagub Lampung, Mustafa, mengenakan rompi kuning pasca ditetapkan tersangka OTT oleh KPK RI/Ist

JAKARTA – Bupati Lampung Tengah (non aktif), yang juga cagub Lampung, Mustafa, menjadi pihak terakhir yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilakukan selama dua hari sejak Rabu (14/2) sampai Kamis (15/2) malam. Dia ditangkap tim Satuan Tugas KPK bersama ajudannya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, tim Satgas sudah menerima informasi soal adanya dugaan suap terkait proses pengajuan pinjaman dana sebesar Rp300 miliar dari Pemkab Lampung Tengah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) agar ditandatangani DPRD Lampung Tengah.

Baca Juga:  Lagi, Terduga Teroris Asal Pesawaran Diamankan Densus 88

Tim kemudian memantau secara intens para pihak yang kemungkinan turut terlibat, termasuk Mustafa, sejak awal Februari.

“Jadi tim sudah menerima informasi sebenarnya, kemudian mengamati dengan intens sejak awal Februari. Karena sudah dapat informasi itu dan kami sudah cek,” ujar Febri, di Jakarta, Jumat (16/2).

Febri mengatakan informasi yang diterima pihaknya bahwa dana pinjaman itu masuk dalam pembahasan rancangan APBD 2018 pada November 2017 antara pihak Pemkab dan DPRD Lampung Tengah. Tim yang sudah intens melakukan pengamatan kemudian mengamankan pihak-pihak tertentu selama dua hari lalu.

“Dalam proses pengamananan tim kami mencari siapa saja orang-orang yang terkait dengan dugaan pemberian suap ini. Kami sudah amankan 17 orang pada saat itu,” ujar Febri.

Baca Juga:  Dilaporkan Warga, Pria 43 Tahun Ini Diamankan Polisi

Dari OTT pertama itu, tim kemudian bergerak memburu Musfata. Sebab tim sejak awal sudah mendapat informasi soal keterlibatan Musfata dalam dugaan suap ini. Tim kemudian berhasi mengamankan Mustafa bersama ajudannya di hari kedua OTT.

“Perkembangan informasi kita cermati bahwa diduga bupati punya peran di sana, karena itu kami kemarin mengamankan bupati dan ajudannya. Informasi awalnya sudah kami temukan soal dugaan peran dari bupati, namun pada hari pertama memang tim belum menemukan bupati itu dan kami fokus dulu pada permintaan keterangan 17 orang yang kita amankan,” ujar Febri.(CN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top