Daerah

Sedekah Bumi, Lepas Puluhan Burung Perkutut dan Kolibri di Bukit Pajangan

Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dengan Dandim Purworejo, Ki Lurah Offroad Hardjanto, Krema Kopi Purworejo, KNPI, Lelana Jurnal, Pemuda Pancasila dan beberapa lintas Komunitas lain melepaskan burung Perkutut dan Kolibri, di Bukit Pajangan, Desa Sidomulyo, Purworejo/MAS

Suluh.co – Merawat ekosistem menjadi tanggung jawab bersama agar kelestarian dan kebermanfaatan flora dan fauna dapat dinikmati hingga anak cucu.

Bersamaan dengan bulan yang penuh berkah, dalam rangka sedekah bumi, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dengan Dandim Purworejo, Ki Lurah Offroad Hardjanto, Krema Kopi Purworejo, KNPI, Lelana Jurnal, Pemuda Pancasila dan beberapa lintas Komunitas lain melepaskan burung Perkutut dan Kolibri, di Bukit Pajangan, Desa Sidomulyo, Purworejo, Minggu (2/5).

Baca Juga:  Disebut Tak Berizin, KOIN akan Layangkan Somasi

Dandim Purworejo, Letkol Inf Lukman Hakim, menyampaikan bahwa, kegiatan sedekah alam yang di gagas PSHT sangatlah bermanfaat,

“Mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan, selain dengan sesama, kita juga harus berbuat baik dengan alam, pastinya alam sendiri akan memberikan yang terbaik juga kepada kita,” ungkapnya.

“Orang baik akan selalu bertemu dengan orang baik, semoga kegiatan sedekah alam dapat menjadi promotor kegiatan sosial alam lainnya,” timpal Dandim.

Sementara, Tumingan, warga Bukit Panjang menceritakan, jika bukit pajangan memiliki cerita rakyat turun temurun. Dahulu kata simbah-simbah bukit ini peninggalan kerajaan yang ingin membuat candi, namun sebelum candi tersebut jadi kerajaan sudah kalah perang.

“Disini ditemukan beberapa batuan yang tersusun rapi, kono waktu saya kecil dilarang mengambil bengkoang disekitar bukit Pajangan, kramat katanya,” jelasnya.

Baca Juga:  Meriahkan HUT ke 21, Pemkab Tulang Bawang Gelar Bupati Cup

Dari bukit pajangan bisa melihat kota Purworejo, sunset dan beberapa gunung, bisa dinikmati dengan ngopi ateng gayo. Tumingan berharap adanya UU desa yang melarang pemburuan burung dan satwa di desa Sidomulyo.

Ditempat yang sama, Ketua cabang PSHT Kabupaten Purworejo, Setiobudi Tjahyono, menjelaskan, kegiatan sosial menjadi salah satu kegiatan pokok dari PSHT, setiap anggota PSHT harus tanggap dan peka akan lingkungan sekitar.

“Meski PSHT berlatar belakang ilmu beladiri, namun di dalam PSHT diajarkan juga ilmu kehidupan, urip kui urup, tolong menolong sesama manusia dan juga alam ialah realisasi yang diajarkan di PSHT,” terangnya.

Dijelaskan, memilih burung perkutut dilepas dikarenakan burung endemik yang memiliki ke Khasan tersendiri dan sudah jarang ditemui atau dengar di alam bebas, dan burung Kolibri diharapkan dapat membantu penyerbukan dengan lebih efektif.

Baca Juga:  Purworejo Ditetapkan Darurat Covid-19

 

Reporter : Mahestya Andi Sanjaya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top