Bandar Lampung

Sebutan Konspirasi dan Persoalan Aset Alay Muncul di Balik Kasus UU ITE Eks Ketua AKLI Lampung

Kenapa Muncul Sebutan Konspirasi dan Persoalan Aset Alay di Balik Kasus UU ITE Eks Ketua AKLI Lampung?
Kenapa Muncul Sebutan Konspirasi dan Persoalan Aset Alay di Balik Kasus UU ITE Eks Ketua AKLI Lampung?

Suasana persidangan Syamsul Arifin di Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Foto: Ricardo Hutabarat

Suluh.co – Eks Ketua Umum DPD AKLI Lampung Syamsul Arifin di dalam nota pembelaannya –sebagai terdakwa dalam kasus UU ITE, menyebut ada konspirasi di balik penerapan pasal kepadanya.

Menurut dia, hal itu berkorelasi dengan adanya upaya kriminalisasi yang dilakukan oleh pihak-pihak lain kepada ia dan temannya bernama Amrullah –pengacaranya di kasus UU ITE.

Ungkapan itu diluncurkannya di hadapan majelis hakim pada Pengadilan Negeri Tanjungkarang baru-baru ini. Keterangan itu disebut Syamsul Arifin sebagai kesimpulan yang dilihatnya dari perjalanan perkara yang ia jalani.

Apa maksud kalimat tersebut dan apa langkah hukum yang akan ditempuh Syamsul Arifin di kemudian hari? Berikut keterangan David Sihombing mewakili Syamsul Arifin yang sebelumnya mengaminkan bahwa memang benar ada persoalan lain di balik kasus kliennya ini.

“Ada banyak langkah yang sedang diambil dan sudah direncanakan. Yang pertama, akan membawa massa dari Lampung untuk ke KPK, dan melaporkan seluruh kasus ini [yang disebut Syamsul Arifin sebagai indikasi konspirasi_red] yang sudah banyak rentetan, yakni dugaan penggelapan aset dari Satono-Alay,” tutur David Sihombing di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin, 7 Desember 2020.

“Dan ini akan dibawa dan banyak masyarakat akan dibawa ke Jakarta langsung ke KPK, membawa banner besar-besaran,” timpalnya.

Adapun maksud langkah itu diambil untuk melayangkan laporan yang ditujukan ke sejumlah pihak, di antaranya adalah Aparat Penegak Hukum [APH], dan para lawyer yang dianggap berkaitan dengan persoalan aset-aset Satono-Alay.

Suluh.co bertanya kepada David Sihombing tentang apakah perkara kliennya berkenaan dengan ‘cekcok’ antara Amrullah [seperti yang disebut Syamsul Arifin di dalam nota pembelaannya] dengan seorang pengacara menyoal aset-aset di perkara korupsi Sugiharto Wiharjo alias Alay? “Jadi begini, mengenai siapa pun itu. Tetapi yang pasti, biarkan nanti KPK yang ungkap,” harap dia.

David tidak memberikan jawaban yang rinci, namun ia menggambarkan ada sosok pengacara yang juga turut akan dilaporkannya ke KPK. Sebab, pihaknya menilai ada kejanggalan di dalam penanganan aset-aset milik Sugiharto Wiharjo alias Alay dan Sotono.

“Intinya, tidak boleh ada seorang pengacara menangani kasus dari kedua belah pihak. Nanti bisa dibaca sendiri apa maksud [kalimat saya ini_red]. Entah siapa orang itu, kita tidak bisa sebutkan,” tutur David.

Kendati tidak mengutarakan siapa sosok pengacara yang ia maksud, David mengaminkan bahwa pengacara tersebut masih ada korelasinya dengan pelaporan dugaan kasus UU ITE kepada Amrullah, rekan sejawatnya dan sesama pengacara daripada Syamsul Arifin. “Iya [masih ada kaitan dengan pelaporan Amrullah_red],” aku David.

“Amrullah siap masuk penjara apabila surat penetapan pengadilan tersebut palsu, atas aset-aset yang diduga berjumlah 283, yang menurut versi mereka 100. Versi Amrullah itu 283,” sambung dia.

Suluh.co mengonfirmasi ulang kepada David, apakah pelaporan kepada Amrullah atas sangkaan UU ITE datang dari pengacara berinisial SS? “Ya memang benar. Yang pertama yang bersangkutan adalah orang yang melaporkan Amrullah di Polda Lampung atas sangkaan ITE,” ujar David.

David juga menguraikan lagi, tentang siapa saja yang membuat laporan kepada Amrullah. Di antaranya adalah seorang pengusaha berinisial DL. Selain pelaporan tersebut, menurut David pengusaha berinisial DL itu juga telah membuat laporan kepada seseorang yang diklaimnya berprofesi sebagai jurnalis.

Tak sampai di situ, DL juga disebut telah membuat laporan ke Polda Lampung kepada Amrullah atas sangkaan pemalsuan surat. “Atau pembuatan akta-akta otentik yang dianggap palsu, yakni soal 283 objek tanah yang menurut Amrullah itu menjadi aset Alay-Satono. Sementara menurut mereka, [objek aset] itu hanya 100,” lanjutnya. Pengusaha berinisial DL lanjut David adalah salah satu pembeli aset di persoalan aset-aset Alay-Satono.

“[Persoalan di balik kasus Syamsul Arifin] Tidak hanya besar, tetapi sangat besar. Dan ini akan terungkap tepat pada waktunya. Yang jelas memang ada peristiwa lain di balik kasus Syamsul Arifin, dan itu sangat ada. Dan ini berbahaya,” tegas David.

Komisi Kejaksaan [Komjak] sedianya sudah memberikan keterangan tentang bagaimana hasil evaluasi pihaknya terhadap penanganan aset-aset dari terpidana kasus korupsi Sugiharto Wiharjo. Adalah Ibnu Mazjah yang memberikan keterangan terkait hal itu. Menurut dia, hasil dari evaluasi dari persoalan tadi, sudah clear and clean.

“Kita sudah mintakan klarifikasi dan sejauh ini penanganannya belum ada bukti pelanggaran. Mereka [jaksa_read] sudah berusaha,” tutur anggota Komjak Ibnu Mazjah di sela-sela lawatannya di Kejati Lampung, Kamis, 19 November 2020.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top