Modus

Sebut Anak Prabowo LGBT, Lembaga Hukum Gerindra Bakal Laporkan Mukhlis Basri ke Polda Lampung

Mantan Bupati Lampung Barat dua periode, Mukhlis Basri/Net

BANDAR LAMPUNG – Ketua Lembaga Advokasi Hukum Indonesia Raya Gerindra Lampung , Hermawan akan melaporkan Mukhlis Basri (MB) ke Mapolda Lampung pada Rabu, (12/12) esok.

Alasannya, mantan Bupati Lampung Barat dua periode ini diindikasi menuduh Ragowo Hedipraseyto alias Didit, anak Prabowo Subianto calon presiden RI periode 2019 -2024, sebagai seorang lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di percakapan group WhatsApp, Selasa (11/12).

“Insya Allah, abis Dzuhur laporannya. Karena, jika benar adanya percakapan di grup itu, maka patut diduga saudara MB telah melanggar pasal 310 .311 KUHP dan pasal 27 ayat (3) UU ITE jo pasal 45 UU ITE dengan ancaman hukuman penjara selama lamanya 6 tahun,” katanya, Selasa (11/12).

Baca Juga:  DPRD Bandar Lampung Tetap Usut Keretakan Flyover

Caleg DPR RI ini diduga berusaha mendeskriditkan Prabowo Subianto dengan menuduh anaknya sebagai seorang LGBT yang bisa berdampak menurunkan elektabilitas dan kredibilitas paslon nomor urut 02 di mata masyarakat Lampung.

“Kami anggap ini sebagai bentuk black campaign kepada bapak Prabowo Subianto,” ungkap caleg Gerindra dari dapil 4 Bandar Lampung.

Dilain sisi, ia menyayangkan sikap Mukhlis Basri sebagai salah satu tokoh di Lampung menyebarkan informasi menyerang ketua umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto.

“Kok bisa sosok pak Mukhlis yang mantan Bupati Lampung Barat dua periode dan kini maju sebagai caleg DPR RI Dapil 1 itu bisa menyebarkan informasi itu,” jelas caleg DPRD Kota Bandar Lampung nomor urut dua.

Baca Juga:  Gubernur Ridho Teken MoU Layanan Samsat Online Nasional Bersama 24 Gubernur

Penyebaran informasi yang menyerang secara pribadi sosok Prabowo sebagai capres no 02 jelas berdampak luas merambah ke ranah politik nasional. Sebab, perhelatan Pilpres 2019 sudah didepan mata.

“Karena ini sudah masuk keranah hukum dengan menyebarluaskan hoaks (berita bohong), jadi kami akan memprosesnya secara hukum dengan melaporkan Muklis basri ke mapolda lampung. Sebab, ini sudah masuk keranah hukum dengan menyebarluaskan hoaks (berita bohong),” tukasnya.

Ketika dikonfirmasi terkait postingannya tersebut, Mukhlis mengaku hanya meneruskan status orang dari grup lain.

“Gak tau saya, hanya nerusin aja, diskusi dari grup,” katanya kepada media ini Selasa (11/12).

Menurut Mukhlis, hal itu hanya diskusi biasa dan hanya meneruskan pesan dari grup WhatsApp Kabarlampung.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top