Panggung

Sebatang Kara & Buta, Asrofi Hasilkan Alat Musik Tradisional

Asrofi atau Mbah Waras/MAS

PURWOREJO – Asrofi (66) atau sering dipanggil Mbah Waras, adalah kakek yang tinggal sebatang kara, di rumah dengan ukuran 6×6 meter, Dusun Ngemplak, Desa Sambeng.

Ia mengalami kebutaan pada kedua matanya sejak kecil, meski buta Asrofi punya komitmen hidup untuk tidak merepotkan siapapun dalam hidupnya.

Banyak keahlian yang bisa ia lakukan untuk bertahan hidup, diantaranya ialah membuat alat musik tradisional yang bernama Gambang, yang berbahan dasar bamboo atau pring.

Terlihat cekatan, ia menggunakan sebuah golok dan gergaji, untuk membuat Gambang yang dipesan oleh anak-anak sekitar.

Gambang, sendiri pembuatan cukup mudah namun rumit, katanya. Ia harus mengira-ngira ruas bambu yang akan di buat dan juga memberikan batas agar dapat berbunyi.

Baca Juga:  Pengurus Persadia Unit PT PSMI Way Kanan dikukuhkan

“Saya pekerja kasar, apapun saya lakukan, dari membuat gambang, lincak/korsi hingga memanjat pohon kelapa dan mengupasnya,” katanya, Selasa (13/7).

Alat musik gambang sendiri ia bandrol dengan harga Rp5 ribu. Cara penggunaannya sendiri sangat mudah yaitu dengan dipukul, biasanya digunakan dalam pementasan seni tradisional, seperti jaran kepang dolalak dan lainnya.

Sementara, Alfan (8) salah satu pembeli yang juga anak setempat menyampaikan rasa bangga dengan aoa yang dilakukan mbah Asrofi/Waris.(Mahestya Andi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top