Modus

Sebar Hoax Soal Pasien Corona, Pria Paruh Baya Mendekam di Jeruji Besi Polda Lampung

Hoax corona/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Bagi masyarakat baiknya bersikap bijak menggunakan media sosial WhatsApp, jika tidak mau berurusan dengan polisi.

Di Lampung, seorang pria paruh baya harus mendekam di sel tahanan Polda Lampung, karena menyebarkan berita hoax (kabar bohong) seorang pendeta yang di isolasi RS Abdul Moeloek, Bandar Lampung meninggal dunia, hingga membuat keresahan warga.

NS, warga Bandar Lampung ini tak meyangka kalau ulah dirinya, menyebarkan video hoax adanya seorang pasien virus corona meninggal dunia, akan secepat ini berurusan dengan polisi dan mendekam dibalik jeruji.

Pelaku sendiri diamankan petugas dikediamannya, pada Rabu (25/3) dini hari tadi, setelah video berdurasi 1 menit 20 detik, dengan caption seorang pendeta yang di isolasi di RSUD Abdul Moeloek karena terkena virus corona telah meninggal dunia, pada hari Selasa 24 Maret kemarin.

Baca Juga:  Lagi, Warga Lampung Terduga Teroris di Pringsewu Diamankan Aparat

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, mengungkapkan, perbuatan pelaku sudah membuat keresahan warga ditengah wabah corona.

“Video yang disebarkan pelaku belum diketahui berita di rumah sakit mana,” jelasnya, Kamis (26/3).

Sementara itu, NS, pelaku penyebar video bohong mengaku tidak ada maksud untuk membuat kabar hoax.

Ia mendapatkan video itu dari grup WhatsApp alumni SMA, lalu ia sebar ke group WhatsApp lainnya dan memberikan caption seorang pendeta yang di isolasi di karena terkena virus corona telah meninggal dunia.

Kendati pelaku mengaku menyesali perbuatannya, ia harus mendekam di sel jeruji dan dijerat Undang Undang ITE.(TOM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top