Daerah

Sanggar Puspita Laras Gelar Pagelaran Wayang Virtual

Dalang Nyi Dwi Puspita Ningrum/MAS

PURWOREJO – Sanggar Puspita Laras yang dipimpin dalang Nyi Dwi Puspita Ningrum, menggelar pagelaran wayang virtual di Kemranggen Bruno, Purworejo, pada Sabtu (1/8) lalu.

Pagelaran ini ditayangkan di channel YouTube Salinda 797, dengan lakon”Gathutkaca Kusuma Yuda”

Gathutkaca bersama saudara-saudaranya, putra Pandawa ingin menunjukkan baktinya kepada orang tua, dengan jalan meminta sebagian negara Ngastina yang merupakan hak para Pandawa, tetapi oleh Prabu Duryudana, tidak diberikan, lalu mengutus Raden Dursala untuk menyampaikan kepada para putra Pandawa, terjadilah peperangan.

Gathutkaca terkena Aji pawanasara, kalah dalam pertempuran, memilih mundur dan menghadap sang Eyang Resi Seta.

Resi Seta memberikan wejangan tentang sifat dan kewajiban satria, seorang calon pemimpin, dan memberikan Ajian yakni Aji Narantaka.

Baca Juga:  Cegah Covid-19, Polres Purworejo Beri Sosialisasi Larangan Mengumpulkan Massa

Setelah pamit, di perjalanan Gathutkaca bertemu raja raksasa, Prabu Kala Rembyana dari negara Giri Kadasar yang sedang mengejar Dewi Sempaniwati untuk dipaksa menjadi istrinya. Terjadi peperangan, raja raksasa terkena aji Narantaka gugur.

Dewi Sempaniwati hendak mengabdi kepada Gathutkaca karena telah menyelamatkannya, diterima oleh Gathutkaca tetapi setelah ia selesai talak brata/laku prihatin 40hari.

Kemudian Gathutkaca kembali berhadapan dengan Dursala, keduanya mengeluarkan ajian. Dengan kerendahan hati, rasa cinta kasih, dan Aji Narantaka, Dursala kalah, gugur.

Putra Pandawa mendapat nasehat dari Prabu Kresna untuk kembali ke Ngamarta, biarkan masalah negara Ngastina menjadi kepentingan Pandawa.

Latar belakang/alasan diadakan kegiatan tersebut ialah adanya pandemi Covid-19, pagelaran wayang vakum, teman-teman seniman tidak bisa berkarya seperti biasanya, keprihatinan akan kondisi ekonomi teman-teman seniman.

Baca Juga:  Nanang Ermanto Lantik 7 Penjabat Kepala Desa di Natar

Muncul gagasan untuk membuat pagelaran tepang wayang virtual, dengan membuka donasi bagi masyarakat yang peduli seni dan budaya.

Dengan tujuan berkarya bersama para seniman pengrawit, sinden terdampak Covid-19 yang sudah sekitar 4 bulan tidak pentas.

Melestarikan seni budaya bangsa melalui pagelaran wayang kulit, Tepang wayang mengenalkan wayang kepada masyarakat terutama generasi muda. Mensosialisasikan new normal/new habit melalui pagelaran wayang virtual. Memberi hiburan kepada masyarakat.(Mahestya Andi)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top