Daerah

Samsul Hadi Pegang Rekor Jabatan Bupati Tersingkat di Lampung

Rapat paripurna pengumuman berakhirnya masa jabatan Bupati Tanggamus periode 2013-2018/SB

Tanggamus – Masa kepemimpinan Bupati Tanggamus Samsul Hadi rupanya seumur tanaman jagung (tiga bulan). Pengganti Bambang Kurniawan itu dilantik 28 Desember 2017 dan berakhir 15 Februari 2018.

Untuk itu, DPRD Tanggamus menggelar paripurna pengumuman berakhirnya masa jabatan bupati Tanggamus periode 2013-2018, Senin (15/1) sore.

Hal itu, membuat Samsul Hadi memegang rekor jabatan tersingkat di Lampung.

Ketua DPRD Tanggamus Heri Agus Setiawan, mengatakan akhir masa jabatan (AMJ) Samsul Hadi harus dipenuhi, lantaran Tanggamus melaksanakan pemilihan kepala daerah sesuai amanat UU No. 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, Pasal 79 Ayat (1).

“Lalu diusulkan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Lampung untuk menetapkan pemberhentian dan dilakukan penunjukkan Penjabat Bupati Tanggamus,” terang Heri Agus Setiawan.

Selain dua SK, Heri melanjutkan, pemberhentian Samsul Hadi juga didasari SK Menteri Dalam Negeri Nomor: 131.18-8700 Tahun 2017 tanggal 18 Desember 2017, tentang Pengangkatan Bupati dan Pemberhentian Wakil Bupati Tanggamus Provinsi Lampung Sisa Masa Jabatan 2013-2018.

“Setelah kursi BE-1-V lowong dengan AMJ Samsul Hadi 15 Februari mendatang, gubernur yang berwenang mengusulkan pada mendagri untuk menunjuk pejabat yang akan menjadi penjabat bupati,” pungkas Heri.

Baca Juga:  Lapas Kota Agung Terima 30 Narapidana Baru dari Rutan Way Hui

Paripurna DPRD Tanggamus dipimpin Ketua DPRD Tanggamus Heri Agus Setiawan didampingi Wakil Ketua I Ruslih Soheh. Turut hadir Sekkab Tanggamus Andi Wijaya.

Sebelumnya pada saat Paripurna pengesahan APBD Murni 2018,  Desember 2017 lalu, Samsul Hadi membeberkan sejumlah keberhasilan yang pemkab raih.

Diantaranya pertumbuhan ekonomi di Tanggamus berdasar data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam lima tahun terakhir relatif stabil di atas angka 5 persen.

Kemudian tingkat inflasi  yang dipengaruhi oleh kenaikan harga pada tahun 2013 mencapai 4,05 persen dan pada tahun 2016 tingkat inflasi menurun menjadi 2,51 persen.

“Angka inflasi 2016 tersebut lebih rendah dari angka inflasi nasional yang mencapai 3,02 persen. Itu artinya harga barang dan komoditi di Tanggamus relatif lebih rendah dibanding daerah lain,” ujar  Samsul Hadi.

Ia juga mengatakan jumlah angkatan kerja tahun 2016 sebanyak 280,783 orang. Sedangkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai angka 68,46 persen.

Sedangkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Tanggamus sebesar 5,72 persen, lebih rendah dibandingkan dengan TPT rata-rata Provinsi Lampung sebesar 5,78 persen.

Baca Juga:  Polres Tanggamus Monitoring Mantan Simpatisan ISIS

“Adanya perkembangan tingkat perekonomian di Tanggamus yang relatif masih terkendali dan tingkat inflasi serta tingkat pengangguran yang bisa ditekan, tentunya tidak terlepas  dari berbagai program pembangunan yang berhasil dilaksanakan,” ungkap Samsul.

Dalam bidang pemerintahan, Samsul juga pamer beberapa keberhasilan pemkab. Di antaranya meraih predikat Kabupaten/Kota Peduli HAM tingkat nasional tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum dan HAM, meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan dari BPK RI selama dua tahun berturut-turut pada tahun 2014 dan 2015.

“Lalu meraih Juara II Lomba Pekon tingkat nasional tahun 2015 dan Penghargaan Tata Nugraha Tahun 2015 yaitu penilaian kinerja penyelenggaraan sistem transportasi,” papar Samsul.

Di bidang pendidikan sampai tahun 2017, Pemkab Tanggamus telah berhasil merehabilitasi hampir seluruh sekolah yang ada dan membangun unit sekolah baru.

“Sehingga saat ini jumlah sekolah di Kabupaten Tanggamus mencapai 409 unit SD, 57 unit MI, 81 unit SMP, 47 unit MTs, 27 unit SMA, dan 18 unit MA. Jumlah rehab total seluruh sekolah SD/MI selama tahun anggaran 2013-2017 mencapai 626 unit, rehab SMP/MTs mencapai 149 unit,” jelas Samsul.

Baca Juga:  DPD Hanura Lampung Gelar Konsolidasi Pileg Tanpa Ketua

Untuk bidang kesehatan, terus Samsul, dari tahun ke tahun terus dibenahi dan ditingkatkan. Hingga tahun 2016, jumlah rumah sakit sebanyak 2 unit, rumah bersalin 2 unit, Puskesmas 23 unit, klinik/balai kesehatan 19 unit, poskesdes 198 unit dan posyandu plus sebanyak 672 unit,” bebernya.

Menurut Samsul, tantangan dan kendala pembangunan di masa depan akan semakin berat. Mulai dari penyelenggaraan good governance, keterbukaan dan tuntutan masyarakat akan pelayanan prima.

“Hal itu hendaknya menjadi cambuk bagi Pemkab Tanggamus untuk menyatukan tekad dan mempererat kerjasama serta berupaya lebih keras lagi. Demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” pungkadnya.(SB/CD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top