Iklan
Bandar Lampung

Sambut Bulan Ramadan, Pemkot Bandar Lampung Hadiahi Penggusuran

Foto:Rudi/FS

BANDAR LAMPUNG – Sejumlah  warga Kampung Pasar Griya atau ‘Kampung Pemulung’ di Sukarame, Kota Bandar Lampung mengeluhkan kebijakan pemerintah kota.

Keluhan itu tertera di sejumlah banner dan poster yang bertuliskan ‘Bulan Suci Ramadan Disambut Penggusuran Paksa oleh Pemkot.

“Iya, saya sadar rumah yang berdiri di atas tanah pemerintah kota ini, bukan milik kami. Tapi tolonglah, inikan mau menjelang puasa dan lebaran. Beri kebijakan, setidaknya habis lebaran (direlokasi_red) biar kami bisa mempersiapkan untuk mencari kontrakan. Dan kami berharap pemkot ada solusi untuk kami, warga kurang mampu ini,” ungkap Samad, salah satu warga yang masih mendiami kampung tersebut, Minggu (6/5).

Dia mengatakan kampung mereka akan segera digusur untuk dijadikan lokasi pembangunan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung.

“Namun sebagian warga masih bersikeras tinggal di kampung ini, sampai perwakilan dari pemerintah kota menemui mereka,” jelasnya.

Baca Juga:  Gubernur Ridho Dukung Brimob Jaga Stabilitas Keamanan di Provinsi Lampung

Sementara Burlian, warga Kampung Pasar Griya yang mengaku telah tinggal sejak tahun 90-an akhir, masih bertahan untuk tinggal di kampung yang akan digusur dalam hitungan hari tersebut.

“Saya dulu beli 4 kios dengan harga Rp30 juta di sini. Dulu ini pasar, kenapa harus digusur, padahal ini tempat usaha kami,” ujar Burlian.

Dirinya pun menantikan kehadiran perwakilan pemerintah kota untuk menemui mereka, agar dapat memberikan solusi atas penggusuran yang akan segera dilakukan.

“Tadinya disini ada sekitar 147 Kepala Keluarga (KK), sekarang hanya sekitar 30 KK saja. Kami bukan tidak mau pindah, kami juga mengakui ini tanah milik pemda. Tapi berikan kami solusi dong untuk tinggal dimana. Kami ini belum ada uang untuk mencari tempat yang baru. Apalagi surat yang diberikan pemkot akan mengusir secara paksa kalau kami tidak pindah dalam waktu yang ditentukan,” keluh Burlian.

Baca Juga:  Gubernur Ridho Resmikan Taman Gajah dan Prasarana PKOR Way Halim

Sama halnya dengan Burlian, warga lain Sopian juga mengaku masih menunggu kehadiran pemkot untuk bersedia menemui warga yang masih bertahan di sana.

Menurut keterangan Sopian, belum ada perwakilan pemkot yang menemui mereka.

“Belum ada sama sekali yang ke sini, gimana mau ada solusi coba. Yang ada pas itu hanya orang yang minta tanda tangan secara paksa, agar kami bersedia meninggalkan tempat ini,” singkat Sopian.

Menanggapi keluhan warga Kampung Pemulung tersebut, Sekretaris Kota Bandar Lampung, Badri Tamam mengaku akan mengunjungi Kampung Pasar Griya pada Senin (7/5) besok. Menurut Badri Tamam, masalah tersebut sudah selesai, hanya ada sedikit permasalahan yang perlu dituntaskan.

“Itu sudah clear kok, cuma ada sedikit lagi yang perlu diselesaikan. Besok saya akan melihat langsung kondisinya di sana,” kata Badri.

Baca Juga:  Mural 8 Flyover di Kota Bandar Lampung Pecahkan Rekor MURI

Terkait penggusuran, Badri mengaku pihak pemkot sudah siap dan akan segera melakukan pembangunan.

Ditambah lagi permintaan penangguhan waktu selama sebulan untuk mengosongkan tempat sudah berakhir.

“Pembangunan sudah siap. Sesegera mungkin akan kita bangun. Hanya saja saya perlu ke sana besok untuk melihat kondisi kampung itu,” pungkasnya.(RD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top