Daerah

Saling Klaim Lahan 60 Hektare, Fortuba Turunkan Massa

Sengketa lahan antar masyarakat Kampung Rawa Jitu dan Kampung Dente Teladas, Tulang Bawang/Lis

TULANGBAWANG – Lahan sawah seluas kurang lebih 60 hektare terletak di Kampung Karya Jitu Mukti, Kecamatan Rawa Jitu Selatan, diklaim masyarakat Dente Teladas milik atau hak ulayat masyarakat hukum adat Kampung Teladas.

Ketua DPP Ormas Forum Rakyat Tulang Bawang (Fortuba) Andika, mengatakan Kapolsek Rawa Jitu Selatan melakukan pembiaran terhadap hal tersebut.

“Sampai hari ini, masyarakat Kampung Karya Jitu Mukti (KJM) masih menggarap lahan tersebut, mengapa Kapolsek melakukan pembiaran, padahal kemarin, Senin (22/1), massa demo dari Dente Teladas turun ke lokasi tersebut, menyampaikan keinginan mereka. Tapi mengapa Kapolsek setempat seolah-olah tutup mata dan telinga.

Terkait permasalahan ini apakah harus ada pertumpahan darah antara kedua belah pihak dulu, baru setelah itu lahan dikosongkan,“ tutur Andika, Jumat (26/1).

Lanjutnya, pada Senin, (22/01/2018) kemarin, ratusan massa Kampung Dente Teladas turun ke lokasi lahan tersebut, menumpahkan kekesalan dan kekecewaan kepada Kapolsek dan Kepala Kampung KJM.

Ratusan massa dari Kampung Dente Teladas menemui Kapolsek Rawa Jitu Selatan, Agus Priono, di lahan tersebut. Mereka meminta ketegasan kepada Kapolsek agar semua alat untuk membajak lahan tersebut, dikeluarkan dari lokasi tersebut.

Baca Juga:  Plt Bupati Mesuji Hadiri Lepas Sambut Dandim 0426/TB

Meminta, sementara waktu jangan ada kegiatan dulu di lokasi lahan tersebut, baik dari masyarakat Kampung KJM atau pun masyarakat Kampung Dente Teladas sendiri.

Menghindari pertikaian atau pertumpahan darah antara massa Dente Teladas dan massa KJM. “Atau bapak Kapolsek yang mediasi atau yang menengahi masalah ini,“ ujar  masyarakat Dente Teladas.

Pada Senin (22/01/2018) kemarin, Andika menjelaskan kekhawatirannya. “Apabila ribuan masa turun ke lokasi ini, saya takut masa terpancing emosinya, dan akan berbuat  hal-hal yang tidak diinginkan, atau berbuat anarkis,” katanya.

Menanggapi hal tersebut Kapolsek Rawa Jitu Selatan, Agus Priono, langsung memotong penjelasan Andika.

”Apabila ada massa dari Dente Teladas yang ingin mengganggu masyarakat KJM, maka saya duluan yang akan berada di depan, dan saya akan pasang badan, serta saya rela mati, untuk membela masyarakat saya KJM. Dan biar saya yang mengeluarkan bajak tersebut, jangan kalian masyarakat dari Teladas, karna ini wilayah saya. Kalo soal untuk menghentikan orang yang kerja bukan tugas saya, tapi nanti saya coba ngomong, dan untuk mediasi saya tidak bisa untuk mediasi kedua belah pihak, silakan mediasi sendiri, nanti saya dibilang berpihak ke salah satu,“ ujar Kapolsek.

Baca Juga:  Sudah Sepekan Terkena Banjir, Pemkab Tulang Bawang  Tutup Mata

“Mana pak Kapolsek, katanya mau ngeluarin alat bajak dari lokasi, tapi kenapa sampai dengan detik ini, masyarakat kampung KJM masih menggarap lahan tersebut, serta apakah seperti itu, tugas dari aparat penegak hukum Kepolisian Republik Indonesia hanya berpihak kepada masyarakat kampung setempat Apa bedanya dengan masyarakat Dente Teladas, kami juga warga negara Republik Indonesia, bukankah tugas aparat penegak hukum, untuk mengayomi semua lapisan masyarakat, kenapa ini dibeda–bedakan,“ ujar Andika.

“Saya meminta kepada Kapolri, kepada Kapolda Lampung, serta Kapolres Tulang Bawang, agar tidak diam apa yang dilakukan oleh Kapolsek Rawa Jitu Selatan, dengan pembiaran terhadap masyarakat KJM yang sampai dengan saat ini masih menggarap lahan tersebut. Dengan ini, dugaan kuat Kapolsek berpihak atau membekingi masyakat perambah (penyerobot) tanah hak ulayat masyarakat hukum adat Kampung Teladas. Kapolsek tidak mengacu kepada surat yang kami buat pada tanggal 03 Desember 2017, di Bandar Lampung, yang mana waktu buat surat tersebut disaksikan oleh Kapolsek dan diketahui oleh Sri Gunawan, Kepala Kampung KJM,” jelasnya.

Baca Juga:  Wakapolres Tulangbawang : DIPA Tahun 2019 Mengalami Penurunan

Dalam waktu dekat, ribuan masyarakat Dente Teladas, akan turun ke lokasi tersebut.

“Apabila masyarakat KJM masih menggarap lahan tersebut, maka kami masyarakat Dente Teladas akan datang dengan massa yang lebih banyak lagi, bukan hanya ratusan, tapi ribuan massa yang bakal ke lokasi tanah hak ulayat adat Dente Teladas tersebut. Serta kami akan melaporkan permasalahan ini ke Presiden RI, Mabes Polri, serta ke Polda Lampung,“ tutur Andika.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top