Iklan
Daerah

Sakit di Perantauan, Wanita Asal Tanggamus Meninggal Dunia

Almarhumah Zainani, warga Tanggamus, yang menderita sakit di Sorong, Papua Barat, beberapa waktu lalu/FS

TANGGAMUS – Zainani, warga Pekon Balak, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus, yang menderita sakit di Sorong, Papua Barat, menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat (6/4) lalu sekira pukul 20.15 WIT.

Jenazah almarhumah pun langsung dibawa ke Lampung, dan tiba pada hari Minggu (8/4) dini hari pukul 00.05 WIB, langsung disemayamkan di rumah duka. Lalu dibawa ke Masjid Baiturrohim, Pekon setempat untuk disolatkan.

Salha, ibunda almarhumah Zainani, nampak berat menerima takdir dan memilih duduk di teras masjid sambil menangis dengan terus menyebut nama anak tunggalnya itu dengan beristighfar.

“Ibunya tidak kuat lagi, maunya duduk di situ,” terang Khoiri, salah satu paman kandung almarhumah Zainani.

Jenazah almarhumah Zainani, dimakamkan di sebelah makam ayahnya almarhum Zainudin, di Pekon Balak, Kecamatan Wonosobo. Pemakaman dilakukan tengah malam selepas disalatkan di Masjid Baiturrohim. Lokasi makam berjarak sekitar 400 meter dari masjid.

Baca Juga:  Keluarga Zainani Terima Bantuan Dari Pemkab Tanggamus

“Makamnya Zainani sebelahan makam ayahnya,” ujar Salha.

Lubang makam sudah disiapkan sejak siang sebelumnya. Bahkan pemakaman malam telah direncanakan, terbukti dengan perisiapan genset listrik untuk penerangan.

Maka dengan diterangi dua lampu proses pemakaman bisa dilangsungkan lebih kurang 20 menit.

Saat peti jenazah diletakkan dekat lubang pusara, sambil menangis Salha berkali-kali mengusap peti berwarna cokelat tersebut. Dirinya pun tak henti-henti menyebut nama Zainani sambil beristighfar.

Dan saat pemakaman, jenazah dikeluarkan dari peti. Selanjutnya dimasukan dalam lubang berlanjut pada penutupan lubang, dan doa.

Di akhir proses pemakaman, Salha sempat beberapa kali mengusap dan mencium papan nisan bertuliskan Zainani binti Zainal sebelum benar-benar meninggalkan makam tersebut.

Paman Zainani, Khoiri, mengucapkan terimakasih pada semua pihak yang telah membantu merawat Zainani saat sakit di Sorong, dan membantu fasilitasi sampai akhirnya jenazah bisa dimakamkan di kampungnya.

Baca Juga:  SGC Terus Cemari Lingkungan, Legislatif Dorong Pemkab Tindak Tegas

“Kami sebagai keluarga besar mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah merawat Zainani dan membantu kami sekeluarga. Jujur saja kami tidak sanggup membalasnya,” jelas Khoiri.

Sementara itu Sekretaris Kabupaten Tanggamus Andi Wijaya, menyatakan, Pemkab Tanggamus akan membantu biaya pemulangan jenazah Zainani. Biaya pemulangan sementara ini didapat dari dana talangan yang dihimpun pihak Elfinna dan keluarga almarhum Zainani.

“Untuk hal ini Pemkab Tanggamus menyatakan turut berdukacita, semoga keluarga diberikan kekuatan, ketabahan atas musibah ini. Dan Pemkab sudah memutuskan membantu pengurusan kepulangan jenazah ke keluarganya,” singkat Andi.

Untuk diketahui, almarhumah Zainani meninggal setelah dirawat selama dua bulan di RSUD Selebi Solu, Sorong, Papua Barat. Almarhumah terdiagnosa mengalami infeksi pada saluran tenggorokan dan sudah menjalar ke seluruh tubuh.

Kemudian Sabtu (7/4) langsung diterbangkan ke Lampung karena pihak keluarga minta dimakamkan di kampung halamannya.

Setelah masa penerbangan selama enam jam lebih, jenazah tiba di Bandara Radin Inten II, Lampung Selatan, sekira pukul 21.00 WIB.

Baca Juga:  Jokowi Setuju Korban Tsunami Direlokasi, Pemprov dan Pemerintah Pusat Siapkan 600 Unit Rumah Huni

Kedatangan jenazah diterima paman Zainani salah satunya Suhaifi, Dirut RSUD Bantin Mangunang, Kota Agung, Yudhi Indarto, dan Camat Wonosobo Asrianto.

Lantas dilakukan serah terima jenazah dari Elfinna Tryasti Nurul, sebagai relawan yang selama ini merawat dan bertanggungjawab terhadap Zainani di Sorong, Papua Barat kepada pihak keluarga.

Kemudian sekitar pukul 21.45 WIB, jenazah diberangkatkan dari Bandara Radin Inten II ke rumah duka di Pekon Balak, Kecamatan Wonosobo.(SB/CD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top