Iklan
Ekonomi

Sagu di Kota Bandar Lampung Mulai Langka

Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Kelangkaan dan kenaikan harga sagu dikeluhkan oleh masyarakat dan pelaku pengusaha makanan yang menjadikan sagu sebagai bahan baku utama produknya. Kondisi ini disebabkan oleh terbatasnya stok sagu lantaran perusahaan yang memproduksi sedang berhenti beroperasi.

Vina, salah satu pengusaha pempek di Jalan Ikan Baung No.52 Teluk Betung Utara, Bandar Lampung mengatakan, naiknya harga sagu lantaran adanya salah satu pabrik sagu yang beberapa minggu ini tidak beroperasi.

“Katanya masa izin usahanya telah habis dan sedang menunggu perpanjangan,” ujar Vina saat dihubungi, Minggu (6/5).

Selama dalam masa pengurusan perpanjangan pabrik sagu tersebut, dan belum dikeluarkan izinnya, maka oleh pemerintah dilarang beroperasi sementara sampai selesai perizinannya.

Baca Juga:  Aksi Pelajar Bersenpi Nekat Curi Motor di Siang Bolong

Vina menambahkan, untuk usaha makanan pempek kebanyakan para pengusaha jenis makanan itu menggunakan sagu merk lion fit, karena sampai saat ini dirasakan paling bagus kualitasnya.

Namun meski harga bahan baku naik, ia tidak menaikkan harga jual ke konsumennya. Hal itu dilakukan untuk menjaga pelanggan agar tidak berpaling ke penjual lain.

Meski begitu, naiknya harga bahan dasar pembuatan pempek, secara otomatis mengurangi keuntungan para pedangang sehingga diharapkan bisa cepat stabil.

Saat ini di pasaran untuk jenis sagu kemasan merk tersebut dijual seharga Rp23 ribu, sedangkan seminggu yang lalu masih seharga Rp19 ribu per kg, atau naik Rp4 ribu.

Selain harganya naik, sagu yang biasa dibeli juga susah dicari, meskipun ada namun penjualnya membatasi pembelian dengan jumlah banyak. Tujuannya agar semua pelanggannya bisa terbagi merata.

Baca Juga:  Wawan dan Susi Pasutri Difabel Suka Menolong

“Ya ini kan naiknya sementara, jadi harga jualnya enggak saya naikin, enggak enak sama pelanggannya. Tapi kalau kelamaan naiknya, mau enggak mau terpaksa harga jual nanti saya naikkan juga,” tambahnya.

Sementara itu, Darti pemilik warung yang berlokasi di Jagabaya 2 mengatakan, naiknya harga sagu sudah terjadi sejak hampir satu bulan belakangan ini. Biasanya untuk jenis sagu merk terong, tadinya perkemasan dijual seharga Rp10 ribu, sekarang naik Rp1 ribu, menjadi Rp11 ribu. Untuk sagu merk tani eceran, perbungkusnya sebelum naik dijual Rp5 ribu, dan sekarang menjadi Rp6 ribu.

Walaupun harga naik, tetapi tidak mengurangi pembeli untuk kebutuhan bahan dasar  membuat makanan tersebut.

Baca Juga:  Bulog Luncurkan Program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Beras

“Ya harga sagu yang bungkusan, sama yang kemasan lagi naik, tapi tetap saja masih rame yang beli, karena memang pada butuh,” kata dia.(HI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top