Iklan
Daerah

Safari Subuh, Wakapolres Tulangbawang Sebut Organ Tunggal Bukan Adat Lampung

Safari Subuh Berjamaah keliling masjid/LS

TULANGBAWANG – Wakapolres Tulangbawang Kompol Djoni Aripin, bersama Wakil Bupati Tulangbawang Hendriwansyah, Ketua MUI H. Yantori, Baznas, Kabag Umum DPRD Tulang Bawang, Ketua Dewan Majid Tulang Bawang, Kapolsek Menggala Iptu Zulkifli, Kasat Tahti Ipda M Amrizal dan Kanit Regident Satlantas Iptu Amsar, melaksanakan safari subuh berjamaah keliling masjid.

Kegiatan tersebut, dilaksanakan hari Jumat (8/2) pagi, di Masjid Jama’atul Muslimin, yang berada di Jalan 2, Kampung Menggala, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang.

Usai pelaksanaan sholat subuh, Wakapolres menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada para jemaah yang hadir di masjid tersebut.

“Hiburan organ tunggal bukan merupakan adat Lampung, tetapi merupakan kebiasaan yang bukan melambangkan warga lampung,” ujar Kompol Djoni.

Baca Juga:  Baru 45 Desa di Pesawaran Yang Mengajukan Pencairan Dana Desa

Untuk itu diharapkan kepada warga masyarakat yang ada di Kabupaten Tulangbawang pada umumnya dan masyarakat Menggala pada khususnya, untuk dapat bersama-sama mentaati MoU (perjanjian) dalam batas pelaksanaan organ tunggal.

“Karena hiburan organ tunggal ini, apabila semakin malam terus dilaksanakan dapat memberikan kesempatan kepada para pemabuk dan dapat mengganggu ketenangan serta kenyamanan warga masyarakat yang akan beristirahat pada malam hari,” terang Kompol Djoni.

Polres terutama Sattahti (satuan tahanan dan barang bukti), sudah dari tahun 2018 yang lalu telah menyelenggarakan pesantren rutan. Tujuannya tidak lain adalah agar warga binaan yang berada di dalam rutan polres dapat dirubah mindset dan perilaku yang jelek selama berada di luar.

Baca Juga:  Hujan Deras Guyur Jemaah Salat Istisqo di Lapangan Mapolres Tuba

Sehingga diharapkan setelah keluar dari rutan dan kembali hidup bermasyarakat, warga tersebut dapat mengerti tentang agama dan tidak akan mengulangi lagi perbuatan yang salah dan melanggar hukum.(LS/GS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top