Modus

Sadis, Seorang Ayah di Way Kanan Tega Aniaya Anak Hingga Meregang Nyawa

Tim Tekab 308 Polres Way Kanan, berhasil mengamankan 1 (satu) orang tersangka inisial KW, yang diduga melakukan kekerasan fisik terhadap anak kandungnya hingga meninggal dunia/Istimewa

WAY KANAN – Tim Tekab 308 Polres Way Kanan, berhasil mengamankan 1 (satu) orang tersangka inisial KW, yang diduga melakukan kekerasan fisik terhadap anak kandungnya hingga meninggal dunia di Talang Neki, Kampung Karang Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu.

Diketahui, KW (20) merupakan warga Kecamatan Gunung Labuhan, sekaligus ayah kandung korban.

Kapolres Way Kanan AKBP Binsar Manurung, melalui Kasat Reskrim AKP Devi Sujana, menuturkan peristiwa ini terjadi pada Minggu (9/8), sekira pukul 22.00 WIB, saat itu ibu korban sedang membersihkan ikan. Kemudian KW yang sedang mencium anak kandungnya yang masih bayi, dikarenakan KW sedang merokok jadi ibu korban menegurnya.

Baca Juga:  Operasi Waspada Krakatau 2018 Jumlah Senpi Hingga Bom Ikan Meningkat

Beberapa waktu kemudian sekitar satu jam anak tersebut menangis karena dicekik oleh KW sebanyak dua kali saat berada di kasur melihat kejadian itu, sang ibu langsung mengambil anaknya dan menggendongnya sambil memberikan ASI.

“Namun setelah itu KW, mengajak istrinya untuk berhubungan badan namun ditolak dengan alasan usia anak baru 41 hari,” kata AKP Devi, Senin (10/8).

Sehingga terjadi cek cok antara KW dan istrinya dengan disertai KW diduga melakukan kekerasan fisik terhadap anak kandungnya dari belakang badan yang masih dalam posisi gendongan istrinya.

Tak hanya itu, KW juga memukul istri dan anaknya dari belakang, hingga bagian kepala anaknya. Kemudian ibu korban berusaha berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan. Namun, di saat itu kaki anaknya ditarik oleh pelaku, bukannya sadar dan berhenti KW masih memukuli anaknya berulang ulang.

Baca Juga:  Korupsi APBK, Kakam Menanga Jaya Diringkus Polres Way Kanan

Ibu korban lalu meletakkan anaknya di lantai dekat dinding rumah sambil menarik pelaku dan berteriak “istighfar kamu”.

Setelah itu ibu korban langsung mengambil anaknya yang sedang menangis tidak lama kemudian anaknya berhenti menangis, dalam keadaan pucat dan dingin. Selain itu nafasnya tersendat-sendat sehingga kemudian tidak bernafas lagi dan meningal dunia.

Selanjutnya ibu korban keluar rumah lewat pintu belakang melaporkan kejadian yang dialami ke Polres Way Kanan.

Saat ini jenazah korban sudah di bawa ke RSUD ZA Blambangan Umpu, untuk dilakukan visum.

“Malam ini anggota Tekab 308 Polres Way Kanan bersama unit reskrim Polsek Gunung Labuhan, mendapatkan informasi dari masyarakat telah berhasil mengamankan tersangka di rumah orangtua kandung di Kecamatan Gunung Labuhan,” tambahnya.

Baca Juga:  Satlantas Polres Way Kanan Survey Jalan Rusak di Jalinsum

Tersangka dapat dijerat dengan pasal 76C Jo Pasal 80 ayat 3.4 UU No.17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancamana maksimal 15 tahun dan Pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud apabila yang melakukan penganiayaan tersebut orangtuanya.(JOM/RLS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top