Panggung

Rutan Way Huwi Pacu Kreativitas Napi Lewat Musik

Grup band yang beranggotakan narapidana/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Menjadi tahanan memang membuat kebebasan menjadi sangat terbatas. Namun, aemangat berkreativitas tidaklah boleh berhenti.

Begitulah yang terjadi di Rutan Kelas IA Way Hui, Bandar Lampung. Tahanan di sini bisa menyalurkan bakat seninya lewat kegiatan bermusik.

Seperti diketahui bersama, rutan atau rumah tahanan kerap diindentikan dengan suasana yang menakutkan. Begitu juga dengan kondisi para tahanannya, yang sering dibayangkan masyarakat mengalami depresi akibat hukuman yang mereka jalani.

Namun, berbeda dengan bayangan menakutkan yang dipikirkan, di Rutan Way Hui, aebagai pemacu semangat menjalani hidup, para tahanan dibebaskan untuk mengembangkan bakatnya, khususnya bakat bermusik.

Seperti yang dilakukan oleh Rubal Band, yang terbentuk dan beranggotakan para tahanan.

Baca Juga:  Sentra Gakkumdu dan Panwas Dalami Politik Uang di Lapas Rajabasa

Mereka sepakat menyatukan fikiran dan semangatnya di grup ini, bermaksud melampiaskan kebosanan manjalani masa penahanan.

Para anggota menyalurkan bakat dan sepakat mengambil nama singkatan rutan bandar lampung, menjadi nama grup band mereka.

Dengan piawai, para tahanan ini begitu mahir dalam memainkan alat musik dan lantunan lagu dan dengan tujuan selain menghibur diri mereka sendiri, band yang dinahkodai oleh Ricky Ficardo ini juga bertujuan untuk mengangkat nama baik rutan yang telah memberikan kesempatan pada mereka untuk mengembangkan bakat bermusiknya.

Ricky Ficardo, personel Rubal Band, mengakui, keberadaan band ini tidak lepas dari program pemibinaan keterampilan yang digalakan pihak rutan.

“Dengan penyaluran bakat ini, diharapkan para tahanan tidak mengalami kejenuhan semasa dibalik jeruji besi. Bahkan nantinya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” timpal Rony Kurnia, Kepala Rutan Kelas IA Bandar Lampung, Sabtu (18/1).

Baca Juga:  Dewan Minta Gubernur Tegur Keras Rumah Sakit Abdul Moeloek

Dengan bermain musik, dapat membuat para napi ini menyampaikan kegundahan hati yang mereka lantunkan dalam sebuah lagu dan begitu juga dengan petugas rutan bersama para tahanannya.

Keduanya berkolaborasi dengan bernyanyi bersama, serta lebih saling mengenal dan mengerti satusama lain.(TIN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top