Daerah

Rumah Tahanan Negara di Baturaja Sosialisasikan Peraturan Besuk

Kepala Rutan Baturaja Herdianto, saat menghadiri acara penandatangan Zona Integritas di Pengadilan Negeri Baturaja/Ri

OKU – Rumah Tahanan Negara Klas II B, Baturaja,Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), menyatakan bagi pengunjung yang akan membesuk terdakwa, di Rutan Baturaja harus minta izin dari pada yang menahan. Baik itu dari Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan.

“Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)Pasal 20 ayat 1 menegaskan bahwa izin kunjungan bagi penasehat hukum, keluarga dan pihak lain diberikan oleh pejabat yang bertanggung jawab secara yuridis atas tahanan itu sesuai dengan tingkat pemeriksaannya,” kata Kepala Rutan Baturaja Herdianto, saat menghadiri acara penandatangan Zona Integritas di Pengadilan Negeri Baturaja, Selasa (16/1).

Baca Juga:  Meski Sudah Mendapat Penghargaan Adipura, OKU Tetap Kotor

Diungkapkan Herdianto, penerapan aturan kunjungan bagi tahanan  tersebut bukanlah untuk mempersulit masyarakat saat membesuk, namun upaya pihak Rutan dalam menerapkan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Mengenai  tahanan pengadilan tinggi dan hakim agung wewenang pemberian kunjungannya di limpahkan kepada Ketua Pengadilan Negeri wilayah hukum terdapat Rutan tempat tersangka atau terdakwa ditahan.

“Sebelumnya aturan ini memang tidak pernah diterapkan di Rutan Baturaja, sehingga sulit untuk di kontrol karena banyaknya pengunjung yang besuk. Sedangkan petugas kita sangat terbatas dalam melaksanakan pemeriksaan bagi pengunjung dan barang-barang yang di bawa oleh pengunjung,” imbuhnya.

Terkait izin kunjungan, Herdianto, hanya berlaku bagi tahanan dan tidak berlaku untuk narapidana karena itu sudah kewenangan pihak Rutan. Prosedur untuk mengunjungi tahanan dan narapidana di Rutan Baturaja sudah ditetapkan.

Baca Juga:  Ombak Tenang Nelayan Tanggamus Kembali Melaut

Diantaranya, antri dan menunggu satu persatu untuk mendapat giliran, jika ingin menghindari antrian datanglah lebih awal sebelum jam 08.30 WIB -11.00 WIB, dimana pada jam tersebut adalah jam buka reseption atau loket, dan siapkan kartu identititas seperti KTP, ataupun SIM.

“Nah disini akan dilayani dengan baik oleh petugas kunjungan yang ada di depan loket bagian informasi. Apabila yang akan di kunjungi masih status tahanan maka petugas akan memeriksa surat ijin mengunjungi dari yang menahan dan apabila narapidana cukup dengan mengeluarkan identitas pengunjung yang di serahkan ke petugas setelah mendapatkan kertas kunjungan yang berisi biodata tahanan atau narapidana yang kita kunjungi,” terangnya.

Baca Juga:  Kades Jarang Ngantor, Urusan Pemerintahan Desa Terhambat

Herdianto menambahkan, sebelum bertemu dengan tahan ataupun narapidana yang di kunjungi maka pengunjung akan menjalani proses pemeriksaan barang bawaan, badan dan body checking. “Jika pengunjung laki-laki dilakukan pemeriksaan oleh petugas kita yang laki-laki. Sedangkan untuk pengunjung wanita akan di lakukan pemeriksaan oleh petugas wanita,” pungkasnya.(RI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top