Iklan
Uncategorized

Rumah Penjagalan Jadi Penyebab Longsor, Pemkot Tutup Mata

Ist

BANDARLAMPUNG – Longsor dan banjir yang menjebol tembok rumah M Amin dan Rasyid beberapa waktu lalu, sebenarnya sudah dikeluhkan warga sejak sepuluh tahun lalu. Warga juga menyatakan, semua itu akibat dibangunnya penjagalan atau rumah potong hewan di Bandarlampung.

“Pada Ketua RT, pada pihak Penjagalan, semuanya sudah kami laporkan, sejak sepuluh tahun lalu. Tapi mereka menutup mata, malah penjagalan itu semakin semena-mena,” demikian diungkapkan Rudi, salah satu warga yang terdampak longsor dan banjir di Gang Rajabasa Utama, Kota Karang, Bandarlampung, Rabu, (21/2).

Diakuinya, M Amin dan Rasyid adalah warga yang rumahnya rusak akibat longsoran tanah di penjagalan itu. Namun semua warga, setiap pagi mendapat pencemaran. “Baunya itu setiap pagi,” jelas dia.

Baca Juga:  Masalah DBH, Pemprov Ajak Pemkot Duduk Bersama

Sementara itu, Plt Walikota Bandarlampung Yusuf Kohar yang sudah meninjau lokasi, semakin membuat kecewa warga. Pasalnya, yang dibutuhkan dari pihak pemerintah adalah menutup penjagalan, mengeruk longsor dengan alat berat.

“Ini malah kami cuma dibantu sembako. Perorangan lagi yang dibantu,” jelas dia.

Sementara itu, M Saleh, salah satu warga yang rumahnya ikut terdampak longsor dan banjir menjelaskan.

“Sejak sepuluh tahun lalu kami ini melaporkan, ke RT, kelurahan dan kecamatan. Itu pondasi dan bangunan penjagalan kalau hujan pasti membahayakan warga sini, senin kemarin baru terbukti,” jelas dia.

Saleh menyesalkan pihak pemerintah yang terkesan menutup mata. “Bukan mencegah bencana ini malah mereka sengaja menciptakan bencana dengan memberi izin penjagalan,” ucapnya.

Baca Juga:  Gubernur Kucurkan Rp70 Miliar untuk Pembangunan Perpustakaan Modern 

Sementara itu, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandarlampung, mulai turun dan terlihat ikut gotong royong membersihkan sisa reruntuhan longsor yang terjadi.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bandarlampung, Suhardi Samsi, peristiwa itu terjadi lantaran curah hujan yang tinggi sehingga pagar tembok yang membatasi kali tersebut tidak bisa menahan dan roboh.

“Karena hujan yang deras jadi tanah longsor dan tembok tak bisa menahan,” kata dia.

Ia menambahkan, tidak ada korban dalam pristiwa itu. Namun, kerusakan material diperkirakan sebesar puluhan juta.

“Lengkapnya bukan kewenangan kami menyampaikannya, karena masih dikaji dari pihak kelurahan. Tapi kalau perkiraan puluhan juta,” terangnya.

Warga sendiri mulai mengeluhkan, kalau hanya tenaga manusia pasti tidak mampu. “Kami butuh alat berat, termasuk pihak lenjagalan yang bertanggungjawab,” kata Saleh.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top